INDUSTRY.co.id - Jakarta, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan P. Roeslani mengeluhkan rendahnya produktivitas sumber daya manusia (SDM) di Indonesia.
Padahal, daya saing dan produktivitas SDM menjadi pilar utama untuk menumbuhkan investasi dan memperluas pasar ekspor Indonesia di negara-negara tujuan nontradisional.
“Kendalanya adalah bagaimana kita mendapatkan SDM berkualitas, bagaimana kita mempercepat investasi di Indonesia,” kata Rosan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta (27/8/2018) kemarin.
Rosan bersama 21 pengusaha keturunan kedua konglomerat papan atas nasional dan 4 ketua umum Kadin Provinsi bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membahas tentang berbagai hal terkait perekonomian nasional.
Pelaku usaha mengapresiasi langkah Presiden Jokowi yang melibatkan dunia usaha dalam mendorong arus masuk investasi dan ekspor.
Rosan mengatakan, tenaga kerja di Indonesia berjumlah sekitar 131 juta orang, di mana hampir 50% di antaranya hanya berpendidikan Sekolah Dasar (SD). Sedangkan, yang berpendidikan perguruan tinggi terbilang kecil, yaitu sekitar 13% dari 131 juta tenaga kerja.
Ditambahkan Rosan, pemerintah sejak 2015 melakukan berbagai terobosan dengan menerbitkan paket deregulasi serta memotong mata rantai birokrasi agar dapat mendorong investasi. Namun, katanya, hal itu belum cukup jika tidak disertai ketersediaan SDM berkualitas.
“Kita terus memangkas dan mempermudah perizinan birokrasi yang selama ini menjadi kendala. Dan, kita juga terus me-review dan juga menyampaikan kepada pemerintah peningkatan SDM,” jelas Rosan.
Pada pertemuan yang difasilitasi oleh Kadin Indonesia, Presiden Jokowi secara terbuka berdialog akrab dengan sekitar 21 pengusaha, yang merupakan keturunan kedua konglomerat Indonesia dan empat ketua umum Kadin Provinsi.
Para pengusaha generasi kedua itu adalah Garibaldi Thohir (Adaro), Anindya N. Bakrie (Bakrie Group), Muki Hamami (Trakindo Utama), Martin Hartono (PT Djarum), Anthony Pradiptya (Plug and Play), Axton Salim (Salim Group), Michael Soeryadjaya (Saratoga Investama Sedaya), Michael Widjaja (Sinarmas), dan Budi Susanto (Alfamart).
Selanjutnya, Arini Sarraswati Subianto (Persada Capital Investama), Arif Patrick Rachmat (Triputra Agro Persada), Arif Suherman (Cineplex), Richard Halim Kusuma (Agung Sedayu Group), dan Pandu Patria Sjahrir (Toba Bara).
Kemudian, John Riady (Lippo Group), Alvin Sariaatmadja (Emtek), Anderson Tanoto (Royal Golden Eagle), Yaser Raimi Arifin Panigoro (Medco Group), Jonathan Tahir (Mayapada), Gandi Sulistiyanto Soeherman (Sinarmas), dan Agus Prayogo Pangestu.
Hadir pula, Ketua Umum Kadin Provinsi Sumatera Utara Ivan Batubara, Dayang Donna Farouk (Ketua Umum Kadin Provinsi Kaltim), Arus Abdul Karim (Ketua Umum Kadin Provinsi Sulawesi Tengah), Kukrit Suryo Wicaksono (Ketua umum Kadin Provinsi Jawa Tengah).