MUI: Tradisi Kaili Sambut Idul Adha Tak Bertentangan

Oleh : Herry Barus | Selasa, 21 Agustus 2018 - 18:34 WIB

Gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI) (news.liputan6.com)
Gedung Majelis Ulama Indonesia (MUI) (news.liputan6.com)

INDUSTRY.co.id - Palu- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Palu, Sulawesi Tengah, menilai tradisi yang dilakukan masyarakat Kaili dalam penyambutan perayaan hari besar Islam seperti Idul Adha, tidak bertentangan dengan anjuran Islam.

"Umumnya, tradisi yang dilakukan secara turun temurun oleh Suku Kaili seperti Kaili Ledo di Lembah Palu dan Sigi untuk menyambut Idul Fitri dan Idul Adha, merupakani bentuk syukuran atau pemanjatan doa kepada Allah atas nikmat yang diberikan hingga bertemu dengan hari tersebut," ucap Ketua MUI Kota Palu Prof Dr H Zainal Abidin MAg, terkait momentum idul adha, di Palu, Senin (20/8/2018)

Salah satu tradisi yang dilakukan secara turun temurun oleh Suku Kaili yaitu "molabe"(memanjatkan doa kepada Allah) atau ungkapan rasa syukur dengan proses menyiapkan talang besar berisikan makanan yang oleh Suku Kaili disebut Bakii.

Makanan dalam Baki itu antara lain, kalopa atau beras pulut yang telah masak kemudian dibungkus dengan daun kelapa satu piring, air putih satu gelas, pisang masak satu sisir, dan olahan daging sepiring kecil.

Bakii itu diletakkan di depan orang yang akan membaca doa syukuran dan keselamatan, biasanya warga Suku Kaili mengundang imam masjid untuk membacakan doa syukuran atau keselamatan. Molabe biasanya dilakukan sehari sebelum Idul Adha, bertepatan hari idul adha dan sehari setelah idul adha.

Pada puncak Idul Adha, setelah shalat biasanya molabe dilakukan sekaligus tahlil di masjid, kemudian saling memaafkan.

Dalam tradisi mereka kemudian juga berziarah ke makam keluarga untuk menyiram makam sekaligus membaca doa/tahlil.

"Tradisi ini baik, tidak bertentangan dengan ajaran Islam dan perlu dipertahankan," kata  Prof Dr H Zainal Abidin MAg.

Apa yang dibaca di dalam tahlil merupakan ayat-ayat suci Alquran dan zikir kepada Allah.

Tahlil, bagi Suku Kaili di Kelurahan Petobo dimaksudkan untuk mengirim doa kepada Allah, Tuhan Yang Maha Esa untuk keselamatan buat orang-orang yang telah meninggal dunia.  "Ini menunjukkan hubungan persaudaraan bukan hanya dilakukan pada saat masih hidup, tapi juga setelah wafat," sebut Dewan Pakar Pengurus Besar Alkhairaat itu. (Ant)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

BGR Logistics Lakukan Ground Breaking Revitalisasi Gudang Payapasir Medan dan Gudang Srengsem Lampung

Senin, 09 Desember 2019 - 15:46 WIB

BGR Logistics Lakukan Ground Breaking Revitalisasi Gudang Payapasir Medan dan Gudang Srengsem Lampung

PT Bhanda Ghara Reksa (Persero), atau BGR Logistics yang merupakan Badan Usaha Milik Negara penyedia jasa logistik di Indonesia selenggarakan prosesi peletakan batu pertama untuk revitalisasi…

Gedung Kementerian Pertanian

Senin, 09 Desember 2019 - 15:34 WIB

Soal Gugatan Kementan kepada Tempo, Pengamat: Ini Tak Ada Kaitannya dengan Mantan Mentan Amran

Jakarta - Sidang gugatan perdata yang diajukan Kementerian Pertanian (Kementan) terhadap majalah Tempo ditunda. Hal itu karena berkas administrasi para pihak belum lengkap.

vivo Y19

Senin, 09 Desember 2019 - 12:50 WIB

Andalkan Baterai Besar, vivo Y19 Telah Tersedia di Pasar Indonesia

Mengusung rangkaian fitur unggulan seperti kapasitas memori 6GB RAM dan 128GB ROM, baterai super besar 5000 mAh dengan fitur Dual-Engine Fast Charging (18W), layar luas 6.53” FHD+ Ultra All…

Midea Perkenalkan MFD180

Senin, 09 Desember 2019 - 12:24 WIB

Fokus Garap Segmen Laundry Commercial, Midea Perkenalkan MFD180

Seiring dengan semakin pesatnya pertumbuhan bisnis dibidang jasa laundry dan binatu, Midea mulai memusatkan lini produknya dengan memperkenalkan produk mesin cuci front load berkapasitas besar…

Peternak Ayam (Foto Dok Industry.co.id)

Senin, 09 Desember 2019 - 12:06 WIB

Pelaku Usaha Diajak Lipat Gandakan Ekspor Pangan

Surabaya -- Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mengapresiasi kinerja eksportasi PT Japfa Comfeed Indonesia TBK (JFPA) yang telah mampu mencatat nilai lebih dari Rp. 500 milyar di penghujung…