INDUSTRY.co.id - Jakarta - Film merupakan salah satu sektor yang diampu Bekraf dan perlu mendapat perhatian khusus untuk dikembangkan agar dapat berkontribusi dalam meningkatkan PDB negara, tenaga kerja, dan nilai ekspor dengan perluasan pasar film di lingkup internasional.
Untuk mengembangkan ekosistem film di Indonesia, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) membentuk Indonesian Creative incorporated (ICINC) for Film dalam rangka melakukan sinergi dan kolaborasi dalam menyusun kebijakan dan akses matching fund, box office system dan capacity building terkait rantai nilai kreasi melalui lab film, investasi dengan project market dan komersialisasi melalui film market serta festival film.
Aktor yang harus terlibat dalam ekosistem ini tidak terbatas pada akademisi, pemerintah dan bisnis (triple helix), tetapi lebih luas dan melibatkan komunitas kreatif dan masyarakat konsumen karya kreatif, serta media (penta helix). Keberhasilan usaha kreatif perfilman sangat tergantung kepada pendekatan menyeluruh dengan kolaborasi yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan.
"Tujuan terbentuknya lClNC for Film ini adalah agar lebih fokus pada pengembangan film dan program bersama dengan para stakeholder untuk mengembangkan sektor perfilman Indonesia," ujar Kepala Bekraf Triawan Munaf kepada Industry.coid Rabu (8/2/2017)
Sebagai tahap awal program lClNC For Film, Bekraf melakukan kerjasama dengan Torino Film Lab melalui program Feature Lab yang akan menempatkan dua tim pembuat karya film untuk mengikuti residential workshop. Mereka akan mendapatkan berbagai pelatihan dan pendidikan baik berupa konsultasi untuk berbagai macam aspek pembuatan dan pengembangan film hingga mengukuti T'orino Film Lab Meeting Event Co-production Forum. Kerjasama antara Bekraf dan TFL ini juga didukung oleh pemangku kepentingan perfilman antara lain penulis skenario, sutradara, produser yang terdapat pada perusahaan, komunitas dan asosiasi.
”Kerjasama ini diharapkan menjadi awal dari bangkitnya industri perfilman di Indonesia agar bisa bersaing di pasar internasional," tambah Triawan.
Kerjasama Bekraf dengan FeatureLab ini memberikan manfaat dalam hal penulisan naskah. penyutradaraan, sinematografi, sistem audio, produksi, pasca-produksi, pendanaan dan penjualan, begitu juga manfaat dari pembahasan intensif mengenai strategi menarik penonton baik lokal maupun internasional .
Sementara itu Lasja Susetyo sebagai salah seorang produser film menyambut gembira langkah yang dilakukan Bekraf dalam mengembangkan perfilman nasional. " ini langkah yang tepat mungkin setelah dengan Torino bisa dijalin juga kerjasama dengan perusahaan perusahaan film lainnya yang memiliki reputasi internasional, " katanya .(Amz)