INDUSTRY.co.id, Jakarta -  Badan Pengurus Pusat Kerukunan Keluarga Besar Masyarakat Maluku (KKBMM) meminta kepada pemerintah agar segera menetapkan tanggal 15 Mei sebagai Hari Kebangkitan Nusantara dalam kalender nasional. Hal tersebut lantaran sebagai bentuk peringatan terhadap perjuangan pahlawan nasional Pattimura.

Advertisement

Djamalluddin Koedoeboen, Ketua Umum KKBMM menegaskan sebanyak 200 negara melalui deklarasi Durres Albania Eropa pada 29 Juli 2018 telah melahirkan kesepakatan untuk pemerintah Indonesia menjadikan 15 Mei sebagai Hari Kebangkitan Nusantara.

“Kami meminta pemerintah memberikan perhatian serius untuk hal ini, apa ruginya jika negara jadikan tanggal 15 sebagai Hari Kebangkitan Nusantara, toh dunia internasional saja memberikan apresiasinya, kenapa bangsa sendiri melupakan perjuangan pahlawan nasional Pattimura,” ujar Djamalluddin kepada INDUSTRY.co.id , di Jakarta, Jumat (10/8/2018)

Advertisement

Lanjutnya, dipilihnya tanggal 15 dikarenakan kala itu tanggal 15 Mei 1817 merupakan awal pergerakan kebangkitan nusantara yang dipimipin Thomas Matulessy alias Pattimura di Maluku melawan kolonial Belanda.

“Setelah perlawanan Pattimura di Maluku, baru muncul perang Diponegoro 1825-1830 dan lain-lainnya,” ujar dia

Advertisement

Hal serupa dikatakan, tokoh Maluku yang juga pernah menjabat gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu mengatakan 15 Mei dijadikan hari keramat bagi masyarakat Maluku baik yang ada di Indonesia maupun di dunia sebagai bentuk peringatan perjuangan pahlawan nasional Pattimura.

“Pahlawan yang lain tidak pernah dirayakan oleh masyarakat lokal Indonesia. Tapi masyarakat Maluku menghargai pahlawannya dan terus merayakan Hari Pattimura dengan upacara dan adat yang dilakukan masyarakat Maluku.  Sebagai bangsa yang besar walaupun Pattimura dianugerahi pahlawan besar, namun bangsa ini belum menghargai jasa Pattimura,” kata Ralahalu.

Advertisement

Lanjutnya, selama ini setiap Hari Pattimura 15 Mei dirayakan oleh masyarakat Maluku seluruh nusantara. Maka nantinya pada 15 Mei 2019 yang akan datang, sesuai deklarasi Durres akan di deklarasikan di Jakarta dan diusulkan kepada pemerintah Indonesia oleh masyarakat Maluku dan dunia untuk ditetapkan sebagai hari Kebangkitan Nusantara dan dirayakan secara nasional.

“Kita berharap 2019 dalam Hari Pattimura pemuda semua tokoh masyarakat dan adat, para latupatti bersatu untuk deklarasi menjadi hari pergerakan kebangkitan nusantara yang dirayakan oleh Indonesia,” harapannya