INDUSTRY.co.id - Medan- Bank Indonesia terus berkoordinasi secara intensif dengan perbankan untuk mendorong penerbitan dan kesuksesan nasabah dalam penggunaan kartu debit berlogo Gerbang Pembayaran Nasional atau GPN.

Advertisement

"Pemilik nasabah dan kartu debit adalah bank, jadi mereka yang tahu persis kartu yang harus dikeluarkan. BI (Bank Indonesia) hanya berkoordinasi untuk percepatan penerbitan kartu berlogo GPN itu," ujar Asisten Direktur Departement Elektronikfikasi dan GPN BI, Rino Is Tryanto di Medan, Rabu (8/8/2019)

Dia mengatakan itu usai acara Diseminasi Kebijakan Terkini BI dan Kegiatan Public Outreach SBR 004 Tahun 2018 yang digelar di Kantor BI Perwakilan Sumut dan dihadiri berbagai kalangan.

Advertisement

Menurut Rino, kepada Antara, BI memang berharap kartu debit yang dimiliki nasabah dari berbagai perbankan bisa segera berlogo GPN.

"Tapi BI menyadari perlu proses. Kita bisa bayangkan berapa jumlah nasabah setiap bank yang ada di seluruh Indonesia," katanya.

Advertisement

Oleh karena itu, ujar Rino, tidak bisa ditargetkan tahun berapa semua kartu bisa diganti dengan kartu berlogo GPN.

 "Target akan sangat membebani pihak bank. Penerbitan kartu GPN itu menjadi pekerjaan rumah bersama," katanya.

Advertisement

Masyarakat sebagai pemegang kartu GPN juga punya andil dalam percepatan dan kesuksesan pergantian kartu.

Nasabah, misalnya, diminta melaporkan kalau ada masalah dalam penggunaan kartu berlogo GPN itu.

"Sejauh ini BI belum ada menerima keluhan tentang penggunaan kartu GPN," katanya.

Rino menegaskan, BI sendiri pada prinsipnya tidak pernah mewajibkan masyarakat untuk mengganti kartu yang dimilikinya menjadi GPN karena yang memiliki kartu adalah bank.

Seperti diketahui, selama ini transaksi antarbank dikenakan biaya administrasi lumayan besar atau sekitar 2-3 persen per nilai transaksi.

Sementara dengan kartu GPN, biaya transaksi hingga tarik tunai di mesin ATM maupun perangkat EDC dari bank lain jauh lebih kecil.