INDUSTRY.co.id - Jakarta - Masih adanya aksi jual dapat mengganggu potensi pasar obligasi untuk dapat bergerak naik. Akan tetapi, jika laju Rupiahnya menguat maka laju pasar obligasi dalam negeri berpeluang berbalik naik. Ditambah dengan sentimen melemahnya imbal hasil obligasi AS seiring penantian akan pertemuan The Fed.
"Tetap cermati dan waspadai terhadap potensi pelemahan kembali jika sentimen positif yang ada kurang kuat mendukung bertahannya pasar obligasi," ujar analis Pasar Modal Reza Priyambada di Jakarta, Rabu (1/8/2018).
Pergerakan Rupiah yang kembali melemah memberikan sentimen negatif pada laju pasar obligasi dalam negeri. Pelaku pasar tampaknya masih melakukan aksi jualnya jelang antisipasi lelang SUN dan rilis data-data makroekonomi. Adapun untuk pergerakan masing-masing tenor ialah untuk tenor pendek (1-4 tahun) imbal hasilnya rata-rata turun 1,13 bps; tenor menengah (5-7 tahun) naik 3,22 bps; dan panjang (8-30 tahun) turun 2,94 bps.
Laju pasar obligasi cenderung kembali bergerak variatif turun dengan mulai adanya aksi jual. Pada FR0063 yang memiliki waktu jatuh tempo ±5 tahun dengan harga 92,08% memiliki imbal hasil 7,63% atau naik 0,06 bps dari sebelumnya di harga 92,28% memiliki imbal hasil 7,57%. Untuk FR0075 yang memiliki waktu jatuh tempo ±20 tahun dengan harga 93,71% memiliki imbal hasil 8,14% atau naik 0,03 bps dari sehari sebelumnya di harga 94,00% memiliki imbal hasil 8,11%.
Pada Selasa (31/7), rata-rata harga obligasi Pemerintah yang tercermin pada INDOBeX Government Clean Price naik 0,06 bps di level 109,88 dari sebelumnya di level 109,81. Adapun, rata-rata harga obligasi korporasi yang tercermin pada INDOBeX Corporate Clean Price turun 0,04 bps di level 105,07 dari sebelumnya di level 105,11. Sementara itu, pergerakan imbal hasil SUN 10Yr berada di level 7,79% dari sebelumnya di level 7,703% dan US Govn’t bond 10Yr di level 2,96% dari sebelumnya di level 2,99% sehingga spread di level kisaran 482,5 bps lebih rendah dari sebelumnya 471,4 bps.
Sementara pada laju imbal hasil obligasi korporasi, pergerakannya berbalik variatif naik. Pada obligasi korporasi dengan rating AAA dimana imbal hasil untuk tenor 9-10 bergerak naik di kisaran level 9,75%-9,85%. Pada rating AA dengan tenor 9-10 tahun di kisaran 10,10%-10,15%. Pada rating A dengan tenor 9-10 tahun di kisaran 11,20%-11,30%, dan pada rating BBB di kisaran 13,99%-14,03%.