Indonesia Tak Perlu Impor Benih Jagung

Oleh : Wiyanto | Sabtu, 28 Juli 2018 - 13:00 WIB

Menteri Pertanian Amran Sulaiman panen jagung (Foto Dok Industry.co.id)
Menteri Pertanian Amran Sulaiman panen jagung (Foto Dok Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Dewan Jagung Nasional (DJN) menegaskan Indonesia tidak perlu mengimpor benih jagung karena produsen dalam negeri mampu memenuhi kebutuhan benih nasional.

Sekjen Dewan Jagung Nasional Maxdeyul Sola di Jakarta, Jumat (27/7/2018) mengatakan, kebutuhan benih jagung nasional sekitar 80.000 ton-100.000 ton/tahun.

Kebutuhan ini dihitung dari luas areal tanaman jagung 4 juta ha dengan asumsi kebutuhan benih 20 kg/ha sampai 25 kg/ha.

"Kebutuhan ini dapat dipenuhi produsen benih nasional maupun multinasional. Jadi kita tidak perlu lagi impor benih jagung," tegasnya.

Namun demikian, dia mengakui untuk memenuhi kebutuhan benih secara mendadak, sulit dilakukan.

"Produksi benih ini direncanakan setahun sebelumnya. Jadi kalau permintaan mendadak, ya, sulit dipenuhi," katanya.

Menurut Sola, beberapa daerah belakangan ini mengeluhkan kesulitan mendapatkan benih jagung hibrida. Hal ini terjadi karena memang diluar jadwal produksi produsen.

"Produsen benih itu mempersiapkan stok menjelang musim tanam disetiap wilayah," katanya.

Dia menambahkan, kurangnya benih, juga disebabkan dinas-dinas pertanian mengejar serapan anggaran target Luas Tambah Tanam (LTT) jagung.

Pengamatan di lapangan, lanjutnya, banyak dinas atau daerah yang memaksakan pengadaan benih atau pembagian benih kepada petani di luar musim tanam, sehingga benih tidak tersedia.

Dia menegaskan, pengusaha benih jangan terlalu gampang menggantungkan impor karena ketika Indonesia hendak mengekspor sulit mendapatkan izin dari negara tujuan.

India misalnya, meminta benih jagung dari Indonesia, namun permintaan itu tidak bisa dipenuhi karena izin ekspor sulit didapatkan.

Sola juga menyebutkan untuk memenuhi proyek pemerintah Kementerian Pertanian (Kementan) mengharuskan menyerap 65 persen benih dari Balai Penelitian Serelia, Litbang Maros.

"Ini artinya, pemerintah mendorong agar benih lokal lebih banyak digunakan," tegasnya Mengenai kualitas benih Litbang yang banyak dikeluhkan petani penerima bantuan, Sola menyarankan Balai Serelia, Maros, harus lebih selektif memilih mitra penangkar.

Sementara itu Data Ditjen Tanaman Pangan, Kementan mencatat telah menyalurkan bantuan benih jagung ke 2,6 juta ha dari target penyaluran yang lebih dari 3 juta ha.

Secara terpisah Direktur Jenderal (Dirjen) Tanaman Pangan Sumardjo Gatot Irianto kepada awak media mengatakan, dari benih yang disalurkan tersebut, ada yang sudah ditanam, ada yang sudah tersalur dan ada yang sedang dalam proses awal distribusi.

Bantuan benih ini dilakukan di seluruh wilayah di Indonesia. Namun, bantuan ini lebih diarahkan untuk perluasan tanam baru atau wilayah-wilayah yang sebelumnya belum pernah ditanami jagung.

"Untuk petani yang sudah tahu kebijakan budidaya tanam jagung dan yang sudah biasa menanam jagung tidak kita berikan bantuan, strategi kita supaya bantuan pemerintah tidak terlalu berat," ujar Gatot, Selasa (24/7/2018).

Dirjen berharap, seluruh bantuan benih sudah dapat tersalur September mendatang sehingga, jagung yang ditanam bisa dipanen tahun ini.

Dia menambahkan, apabila produktivitas benih yang disalurkan tersebut sudah mencapai 7-8 ton per ha, maka produksi yang dihasilkan sudah cukup baik.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Adil Mubarak Vice President Operations RedDoorz (Foto Dok Industry.co.id)

Kamis, 27 Juni 2019 - 07:00 WIB

SDM Berkualitas, Kunci Utama Suksesnya Industri Pariwisata Nasional

Sebagai salah satu pelaku bisnis dalam dunia pariwisata Indonesia, RedDoorz turut berpartisipasi dalam pertumbuhan sektor pariwisata di Indonesia dengan mengadakan pelatihan Quality Training…

Forum Silaturahmi Dai Muda Jakarta

Kamis, 27 Juni 2019 - 06:35 WIB

Forum Silaturahim Dai Muda Jakarta Tolak Halal Bihalal di MK

Jakarta - Menyikapi rencana sejumlah ormas yang rencananya akan menggelar kegiatan zikir, doa bersama, sholawat dan halal bi halal pada tanggal 26-28 Juni 2019 di pelataran GedungMahkamahKonstitusi(MK),ForumSilaturahmjDa’iMudaJakarta(FSDMJ)menggelar…

Bambang Soesatyo Ketua DPR RI (Foto Dok Industry.co.id)

Kamis, 27 Juni 2019 - 06:00 WIB

Ketua DPR Harap Makin Banyak Perusahaan Melantai di Bursa Saham

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) berharap seiring kondusifnya suhu politik disertai dengan peningkatan iklim investasi dan bisnis di Indonesia, semakin banyak pula perusahan yang memperdagangkan…

Masyarakat Bakung Udik Menggala Minta Dukungan Sekjen SMSI Lapor ke KSP

Kamis, 27 Juni 2019 - 03:11 WIB

Masyarakat Bakung Udik Menggala Minta Dukungan Sekjen SMSI Lapor ke KSP

Antoni AT. Koordinator Masyarakat Adat Bakung Udik Kecamatan Gedung Meneng Kabupaten Tulang Bawang Provinsi Lampung melaporkan permasalahan sengketa lahan yang terjadi didaerah tersebut ke KSP…

PT. Solusi Bangun Indonesia (SBI)

Rabu, 26 Juni 2019 - 21:10 WIB

Naik 11 Persen, Total Pendapatan PT. SBI Capai Rp 10,378 Triliun pada 2018

PT Solusi Bangun Indonesia Tbk. (SBI) yang dahulu bernama Holcim Indonesia membukukan pendapatan perusahaan tahun 2018 sebesar Rp 10,378 triliun. Capaian ini meningkat 11 persen dari Rp 9,38…