INDUSTRY.co.id - Jakarta - Pergerakan pasar obligasi dalam negeri yang hanya menguat terbatas dan adanya sejumlah seri yang melemah dikhawatirkan dapat membuka peluang pelemahan.
"Di tambah dengan sentimen pergerakan imbal hasil obligasi global yang cenderung meningkat maka dapat mempengaruhi pergerakan imbal hasil obligasi dalam negeri yang diperkirakan masih dapat meningkat," kata analis Reza Priyambada di Jakarta, Jumat (27/7/2018).
Ia katakan, tetap cermati dan waspadai terhadap potensi pelemahan kembali jika sentimen positif yang ada kurang kuat mendukung bertahannya pasar obligasi di zona hijau.
Meski pergerakan Rupiah mampu menguat terbatas namun, diimbangi dengan pergerakan imbal hasil obligasi AS yang cenderung menguat. Kenaikan inipun dipicu menguatnya imbal hasil obligasi Eropa seiring rencana ECB yang akan mengadakan pertemuan untuk menentukan kebijakan moneter, terutama dengan rencananya untuk mengakhiri program stimulusnya. Akibatnya aksi jual pun kembali terjadi. Adapun untuk pergerakan masing-masing tenor ialah untuk tenor pendek (1-4 tahun) imbal hasilnya rata-rata naik 9,39 bps; tenor menengah (5-7 tahun) turun 5,48 bps; dan panjang (8-30 tahun) turun 0,77 bps.
Laju pasar obligasi cenderung bergerak varaitif turun seiring mulai adanya aksi jual. Pada FR0063 yang memiliki waktu jatuh tempo ±5 tahun dengan harga 92,17% memiliki imbal hasil 7,60% atau naik 0,02 bps dari sebelumnya di harga 92,23% memiliki imbal hasil 7,58%. Untuk FR0075 yang memiliki waktu jatuh tempo ±20 tahun dengan harga 93,78% memiliki imbal hasil 8,14% atau turun 0,02 bps dari sehari sebelumnya di harga 93,64% memiliki imbal hasil 8,15%.
Pada Kamis (26/7), rata-rata harga obligasi Pemerintah yang tercermin pada INDOBeX Government Clean Price turun 0,01 bps di level 109,76 dari sebelumnya di level 109,77. Adapun, rata-rata harga obligasi korporasi yang tercermin pada INDOBeX Corporate Clean Price turun 0,09 bps di level 105,09 dari sebelumnya di level 105,19. Sementara itu, pergerakan imbal hasil SUN 10Yr berada di level 7,79% dari sebelumnya di level 7,75% dan US Govn’t bond 10Yr di level 2,97% dari sebelumnya di level 2,98% sehingga spread di level kisaran 481,9 bps lebih tinggi dari sebelumnya 477,1 bps.
Sementara pada laju imbal hasil obligasi korporasi, pergerakannya kembali bergerak naik tipis. Pada obligasi korporasi dengan rating AAA dimana imbal hasil untuk tenor 9-10 bergerak naik di kisaran level 9,70%-9,85%. Pada rating AA dengan tenor 9-10 tahun di kisaran 10,15%-10,20%. Pada rating A dengan tenor 9-10 tahun di kisaran 11,25%-11,45%, dan pada rating BBB di kisaran 14,00%-14,03%.