INDUSTRY.co.id -
Dhias Widhiyati, Direktur BNI Syariah memastikan akan ada kejutan ke publik, corporate action seperti apa yang nantinya bakalan dijalankan perusahaan.
"Salah satu corporate action itu IPO," kata dia di Jakarta, Kamis (26/7/2018).
Menurutnya, ada corporate action lain yang kemungkinan bisa dijalankan BNI Syariah. Namun semuanya dikembalikan kepemegang saham, arah BNI Syariah kedepannya.
"Ada alternatif lain, kita mesti cari yang terbaik, nunggu persetujuan pemegang saham. Ada IPO, ada strategic patnership," katanya.
Dilihat secara modal inti, Bank BNI Syariah termasuk kategori Bank Umum Kelopok Usaha (BUKU) II karena modal inti Rp3,9 triliun.
Terlebih BNI Syariah sudah mendapatkan modal dari induk Rp1 triliun, sekitar 70 persen buat pembiayaan dan sisanya untuk modal kerja.
"Tunggu tanggal main corporate action, sedangkan FDR kita baru 77 persen dan minimal ke 80 persen," katanya.