INDUSTRY.co.id, Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Keuangan Republik Indonesia siap meminimalisir dampak penguatan dolar Amerika Serikat terhadap rupiah. Strategi yang dilakukan ialah dengan memperketat impor. Terutama barang modal.

Advertisement

“Kami akan meniliti kebutuhan impor apakah memang betul-betul sesuatu yang dibutuhkan perekonomian Indonesia,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam laporan pertanggungjawaban atas pelaksanaan APBN tahun anggaran 2017 di DPR, Selasa (3/7).

"Kami akan lihat kontennya apa dan apakah proyek tersebut memang urgent, harus diselesaikan dan harus mengimpor barang modal," tutur dia.

Advertisement

Cara tersebut, lanjut Sri Mulyani, akan menjadi salah satu sinyal bagi pemerintah untuk menentukan apabila neraca pembayaran terutama dari sisi current account menjadi salah satu sumber sentimen negatif atas ekonomi nasional. Bila terbukti berpengaruh, negara akan mengambil langkah untuk melakukan koreksi atas pembangunan jangka pendek dan panjang.

Selain memperketat impor, dia menegaskan pemerintah akan terus mendorong kegiatan ekspor dengan membuka peluang investasi sebaik mungkin serta meningkatkan sektor pariwisata untuk mendorong penerimaan devisa.

Advertisement

Seperti diketahui sebelumnya, rupiah kemarin sempat menyentuh angka Rp 14.397 per dollar Amerika. Pelemahan rupiah terjadi karena sentiment pasar menyikapi berbagai kebijakan Amerika Serikat termasuk kenaikan suku bunga acuan negeri Paman Sam tersebut.

Advertisement