Tujuh Alasan Kebijakan Perluasan Perpanjangan Waktu Zone Ganjil Genap Demi Menyukseskan AG 2018 yang Ngawur

Oleh : Wina Armada Sukadri | Senin, 02 Juli 2018 - 11:20 WIB

Wina Armada Sukadi, wartawan senior (Foto Dok Industry.co.id)
Wina Armada Sukadi, wartawan senior (Foto Dok Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - Penerapan peluasan zone ganjil-genap untuk pemakaian kendaraan mobil pribadi sekaligus penambahan waktu selama jam kerja dari pagi sampai malam, yaitu dari pukul 06.00.  sampai dengan pukul 20.00., hemat saya, merupakan  kebijakan yang  ngawur dan merugikan negara! Kenapa?  Ini alasan-alasannya:

(1) Kebijakan ganjil genap itu, bakal memperlambat pertumbuhan perekonomian nasional Indonesia. Hal ini karena akses ke pusat-pusat bisnis, perbelanjaan, dan hiburan menjadi sangat sulit,  sehingga perputaran uang bakal jauh berkurang. Padahal Indonesia saat ini justeru sedang membutukan percepatan perekonomian   untuk mempertahankan atau meningkatkan pertumbuhan perekonomian terutama dalam  mengatasi tekanan perekonomian dunia yang melambat dan efek menguatnya dolar Amerika di seluruh dunia.

(2) Perluasan penerapan zone ganjil genap  dan membuatnya menjadi seharian waktu kerja, tidak memikirkan alternatif jalan penyaluran  kendaraan pribadi. Dengan begitu,  bakal banyak menghambat aktivitas masyarakat. Misal, sekedar contoh,  warga Bintaro yang mau ke Kebon Sirih, harus cari jalan alternatif mana, sulit menemukan alternatif jalan. Contoh lain, warga Kelapa Gading yang berkantor di Jalan Sudirman,  juga susah cari jalan alternatif. Mau kemana? Belum lagi bakal sangat sulitnya, dan bahkan sebagian tidak mungkin, menempuh jalan dari rumah-rumah warga (juga dokternya)? ke rumah-ruma sakit yang terkena jalur ganjil genap , bakal membuat warga kebingungan. Kebijakan perluasan zone ganjil genap dan memperpanjang selama jam kerja yang tidak memikirkan alternatif jalan tentu  bukan hanya merepotkan,  tapi juga membuat “ *mati suri* ” sebagaian aktivitas (bisnis) masyarakat.

(3) Dengan sarana jalan yang serba susah dan harus berputar-putar menempuh jalan yang jauh dan lama selama waktu kerja dari pagi sampai malam, ini  menimbulkan ekonomi biaya tinggi. Dalam perlambatan  perekonomian dan persaingan global yang tajam, tentu biaya ekonomi tinggi di Indonesia ini menyebabkan daya saing ekonomi  Indonesia juga bakal  tersudut.

(4) Dengan zone ganjil genap yang diperluas  dan waktunya menjadi seharian penuh jam kerja (pukul 06.00. - 20.00.) akan ada _opportunity lost_ yaitu kehilangan kemungkinan mendapat keuntungan. Maksudnya, dengan adanya agenda Asia Games, maka  akan datang puluhan ribuan turis peserta Asia Games dengan para offial dan pendukungnya   ke Jakarta dan Indonesia umumnya. Mereka ini potensial buyer terhadap produk dan barang-barang Indonesian dan memberika masukan devisa .  Nah, seharusnya akses mereka ke pasar dan sentra perjualan  serta tempat wisata dipermudah. Sebaliknya  dengan adanya perluasan zone ganjil genap selama jam kerja, malah mempersempit dan mempersulit akses para turis berbelanja dan memberikan devisa kepada kita,  sehingga peluang menggaet keutungan jadi menipis atau hilang. Itu pun belum  terhitung keuntungan valas yang tidak jadi terima alias sirna yang seharusnya Indonesia terima.

(5). Warga malah jadi susah nonton acara Asia Gamesnya sendiri,  karena akses jalan sulit, berputar-putar.  Mereka yang tadinya berniat menonton pertandingan-pertandingan Asia Games menjadi malas menontonnya, setidaknya akan mengurangi jumlah mengunjungi pertandingan. Para atlit Indonesia yang membutuhkan full dukungan penonton nasiobal pun, kemungkinan jumlah dukungan itu menciut. Padahal mereka dituntut untuk berprestasi yang mengharumkan bangsa.

(6) Membuat citra Asia Games di mata warga jadi buruk,  lantaran Asia Games dinilai menyengsarakan warga. _Ngapain_ ada Asia Games kalau cuma jadi kosmetik yang menyenangkan asing, tapi justeru menyengsarakan anak bangsa sendiri?

(7) Memperburuk citra pemerintah, khususnya dalam kaitan dengan perpajakan.  Pembangunan yang dihasilkan dari uang masyarakat lewat perpajakan,  yang seharusnya wajar dinikmati lagi oleh masyarakat, tapi dengan acara Asia Games hasilnya malah gak dapat dinikmati warga sendiri. Buat apa _dong_  bayar pajak yang semakin tinggi, setidaknya pikiran semacam itu normal saja muncul di banyak benak  masyarakat  dan tentu ini merugikan citra pemerintah yang sangat getol-getolnya menanggok pajak.

WINA ARMADA SUKARDI, wartawan senior.)

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Direktur Utama BNI Syariah saat memberikan santunan ke anak Yatim

Selasa, 21 Mei 2019 - 08:13 WIB

BNI Syariah Salurkan Bantuan Rp 1,4 Miliar

Jakarta - Serentak di 76 titik di Indonesia, BNI Syariah menggelar kegiatan sosial bertajuk 'Kisah Cinta Hasanah' bekerjasama dengan Yayasan Hasanah Titik (YHT). Acara ini dalam rangka Milad…

Pedagang bawang putih di salah satu pasar tradisional

Selasa, 21 Mei 2019 - 08:04 WIB

Uniknya Strategi Menuju Swasembada Bawang Putih

Jakarta - Di tengah pro kontra langkah Indonesia yang masih impor dalam memenuhi kebutuhan konsumsi bawang putih, Ditjen Hortikultura memastikan pertanaman bawang putih lokal terus on the track…

Luskito Hambali Chief Marketing Officer Prudential Indonesia (Foto Dok Industry.co.id)

Selasa, 21 Mei 2019 - 08:00 WIB

PRUPrime Healthcare Plus-PRUPrime Healthcare Plus Syariah, Perlindungan Komplet Fleksibel

Faktor biaya masih menjadi salah satu pertimbangan utama masyarakat terkait kesehatan, ditambah lagi dengan peningkatan biaya kesehatan di Indonesia. Menurut 2019 Global Medical Trends Survey…

Mentan Amran Sulaiman di tengah sawah

Selasa, 21 Mei 2019 - 07:56 WIB

Genjot Ekspor dan Investasi, Kementan Wujudkan Perintah Presiden

Jakarta - Kinerja Kementerian Pertanian (Kementan) mampu menjawab secara baik harapan pemerintahan Presiden Jokowi menyaol peningkatan ekspor dan inveatasi.

Persiapan Astrindo garap proyek infrastruktur

Selasa, 21 Mei 2019 - 07:50 WIB

Garap 9 Proyek, Astrindo Persiapkan Dua Opsi Pendanaan

Jakarta - PT Astrindo Nusantara Infrastruktur (BIPI) akan menggarap berbagai proyek infrastruktur yang akan dikerjakan. Setidaknya dua opsi pendanaan sedang dikaji, berupa right issue dan mencari…