Kuliner Tradisional Masih Eksis di Jakarta Fair

Oleh : Dina Astria | Jumat, 22 Juni 2018 - 15:40 WIB

Kerak Telor di Setu Babakan (Foto: Ismyama.com)
Kerak Telor di Setu Babakan (Foto: Ismyama.com)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Seiring dengan zaman yang terus berkembang, tren kuliner pun kini mulai bergeser yang membuat bermunculannya berbagai jenis makanan kekinian. Di tengah menjamurnya hidangan kekinian ini, Jakarta Fair pun tidak ingin serta merta meninggalkan kuliner tradisional khas Nusantara. Di Jakarta Fair, berbagai jenis kuliner tradisional tersebar di seluruh area pameran.

Salah satu hidangan kuliner yang selalu menjadi idola ketika Jakarta Fair muncul setiap tahunnya, adalah kerak telor. Makanan asli dari Betawi yang dibuat dari beras ketan putih, telur, ebi dan campuran rempah-rempah lainnya ini memang begitu melekat dengan perhelatan Jakarta Fair.

Hidangan ini bisa pengunjung temukan, yang tersebar di area open space Jakarta Fair. Dengan harga mulai dari Rp 20 ribu untuk telor ayam dan Rp 25 ribu untuk telor bebek, pengunjung sudah bisa kembali bernostalgia dengan kerak telor yang kini sudah mulai sulit ditemukan di pasaran.

Tak hanya kerak telor, berbagai hidangan betawi lainnya pun kembali eksis di Jakarta Fair. Beberapa diantaranya seperti toge goreng, es selendang mayang, dodol betawi hingga minuman menyegarkan bir pletok. Semua hidangan ini bisa dinikmati dalam satu area khusus yaitu Kampung Betawi yang terletak di area Gambir Expo.

Selain hidangan Betawi, Jakarta Fair juga memberikan ruang untuk makanan tradisional dari belahan Nusantara lainnya untuk unjuk gigi. Salah satu hidangan dari Cirebon misalnya, yaitu tahu gejrot dengan sensasi pedasnya yang khas. Satu porsi tahu gejrot di Jakarta Fair, dijual hanya dengan Rp 15 ribu.

Ada juga lumpia khas Semarang milik Ny.Yoen yang mejeng di area open space dekat Hall C. Sementara untuk bakpia pathok yang merupakan oleh-oleh khas Jogja, bisa ditemui di area open space yang berdekatan dengan Hall D. Bakpia pathok yang sudah meleganda ini, menawarkan berbagai rasa khasnya mulai dari kacang ijo, coklat dan masih banyak lagi.

Sementara itu, Sate Padang pun semakin eksis di Jakarta Fair. Hidangan sate berbahan dasar daging dan lidah sapi ini seringkali menjadi pilihan santap malam pengunjung. Berbagai pilihan menu makanan berat lainnya pun, bisa ditemukan di Kampung Kuliner Bali yang menawarkan beragam hidangan tradisional khas Bali. Beberapa diantaranya seperti Nasi Pedas, Sate Lilit, hingga Nasi Bebek.

Jakarta Fair kini telah memasuki pekannya yang ke-empat. Setelah melewati masa libur lebaran, jadwal pameran pun akan kembali normal. Setiap harinya, Jakarta Fair Kemayoran akan dibuka mulai pukul 15.30 WIB pada hari Senin hingga Jumat. Sementara itu untuk akhir pekan dan hari libur nasional, Jakarta Fair akan mulai dibuka pada pukul 10.00 WIB.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Atal S Depari Ketua PWI (Foto Dok Industry.co.id)

Selasa, 23 April 2019 - 07:00 WIB

Ketum PWI: Secara Konstitusional Belum Ada yang Terpilih Sebagai Presiden

Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat Atal Sembiring Depari menegaskan, sebenarnya sebelum perhitungan Komisi Pemilihan Umum (KPU) selesai, belum ada yang terpilih sebagai Presiden…

Pemilu 2019(Foto Dok Industry.co.id)

Selasa, 23 April 2019 - 06:26 WIB

Pemblokiran Jurdil2019.org Ciderai Demokrasi

Pemblokiran situs Jurdil2019.org oleh Kemenkominfo dan Bawaslu dinilai telah menciderai demokrasi, karena prosesnya tanpa peringatan terlebih dahulu. Telebih lagi, amanah UU mewajibkan pemerintah…

Mata uang Rupiah (Foto Ist)

Selasa, 23 April 2019 - 06:12 WIB

Kebijakan Fiskal Pemerintah yang Pruden Mendukung Pencapaian Target Pembangunan APBN 2019

Jakarta - Pelaksanaan APBN 2019 sampai dengan 31 Maret berjalan aman sesuai dengan kebijakan fiskal Pemerintah yang akan mendukung pencapaian target pembangunan APBN 2019. Hal ini disampaikan…

Diskusi hari bumi bersama BNI Syariah

Selasa, 23 April 2019 - 05:54 WIB

BNI Syariah Dukung UMKM Lakukan Green Activity

Jakarta - Dalam mendukung program Pemerintah yaitu SDG’s (Sustainable Development Goals) dan Green Banking, BNI Syariah berupaya untuk mendorong pengusaha UMKM dalam menerapkan green activity.…

Gubernur Sumatera Utara, H. Edy Rahmayadi (kemeja putih) didampingi Direktur BTN, Budi Satria (kanan), sedang berbincang-bincang dengan calon konsumen KPR BTN ketika sedang melakukan akad kredit di Medan, Sumatera Utara, Senin (22/04/2019).

Selasa, 23 April 2019 - 01:35 WIB

Bank BTN Gelar Akad Kredit Massal untuk 8.500 Unit Rumah Bernilai Rp1 Triliun

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), atau Bank BTN, menggelar akad massal untuk 8.500 unit rumah yang digelar secara serentak di seluruh kantor cabang perseroan dengan total nilai mencapai lebih…