INDUSTRY.co.id - Medan- PT.Perkebunan Nusantara IV menargetkan mampu meningkatkan produktivitas hasil sawit mulai tandan buah segar (TBS), crude palm oil (CPO) dan palm kernel oil (PKO) untuk mendorong peningkatan pendapatan perusahaan BUMN itu di tahun 2017 .
Direktur Utama PTPN IV, Dasuki Amsir kepada Antara di Medan, Selasa (31/1/2017) mengatakan, produktivitas TBS tahun 2017 ditargetkan bisa mencapai 21,50 ton per hektare dari 2016 yang masih 19,11 ton per hektare.
Sementara CPO diharapkan bisa sebesar 5,10 ton per hektare dengan rendemen 23,73 persen dari 2016 yang masih 4,8 ton per hektare dengan rendemen 23,46 persen, Adapun PKO pada 2017 ditargetkan 0,97 ton per hektare dengan rendemen 4,53 persem.
"Peningkatan produktivitas TBS dan produk turunan sawit itu memang sangat diharapkan untuk bisa mendorong peningkatan pendapatan perusahaan karena tanaman sawit masih mendominasi areal perkebunan yang dikelola perusahaan," katanya.
Pada 2016, tanaman sawit PTPN IV masing-masing seluas 115.633 hektare berupa tanaman menghasilkan, tanaman belum menghasilkan 11.262 hektare dan tanaman ulang/tanaman baru 10.505 hektare.
"Pada 2016, produksi TBS PTPN IV sudah mencapai 2.209.707 ton," ujar Dasuki Amsir.
Kenaikan produktivitas juga diharapkan terjadi pada tanaman lain yang dikelola PTPN IV seperti teh orthodoks atau bisa mencapai 2,50 ton per hektare dengan komosisi grade I sebesar 70 persen.
"Sejalan dengan upaya peningkatan produktivitas, tentunya manajemen juga tetap berupaya meningkatkan efisiensi di segala bidang.Dengan kedua cara itu, maka diharapkan pendapatan naik dan akhirnya akan mendorong penambahan laba," katanya, Tahun 2017, ujar Dasuki Amsir, perolehan laba ditargetkan bisa naik 25 persen dari Rp572 miliar di 2016.
"Deklarasi Komitmen Bersama yang dilakukan jajaran direksi dan pemangku jabatan teras PTPN IV, belum lama ini dengan tujuan untuk peningkatan kinerja diharapkan bisa membuahkan hasil maksimal dalam pencapaian kinerja perusahaan," kata Dasuki.