INDUSTRY.co.id - Moskow- Tamara Pletnyova dari Partai Komunis Rusia dikecam keras karena mendesak perempuan agar tidak berhubungan intim dengan pria asing selama Piala Dunia karena alasan warna kulit.

Advertisement

Tamara Pletnyova dari Partai Komunis kepada BBCnews mengatakan kepada sebuah stasiun radio Moskow bahwa dirinya "bukanlah seorang nasionalis" tetapi dia meyakini perempuan Rusia seharusnya menghindari berhubungan seksual dengan orang dari "ras yang berbeda" karena "anak-anak mereka akan menderita".

Dia menjawab pertanyaan terkait "anak-anak Olimpiade" - di mana terjadi peningkatan jumlah kelahiran anak-anak campuran di Rusia setelah Olimpiade Musim Panas tahun 1980.

Advertisement

Pletnyova mengatakan anak-anak ini "diterlantarkan" ayah-ayah asing mereka.

"Tidak terlalu buruk jika ayah mereka sama rasnya," katanya. "Tetapi jika berbeda ras, maka itulah yang terjadi."

Advertisement

"(Anak-anak) diterlantarkan, dan mereka tinggal bersama ibu mereka. Kita seharusnya melahirkan anak-anak kita (sendiri),” pungkas Tamara Pletnyova.

 

Advertisement