INDUSTRY.co.id, Jakarta - Bulan Suci Ramadan sudah di depan mata, umat Muslim di berbagai negara menyambutnya dengan senang gembira. Untuk menyambut datangnya bulan Ramadan, berbagai tradisi dan ritual yang dilakukan di bulan penuh berkah ini.

Advertisement

Jika di Indonesia melalukan tradisi pawai obor, di berbagai negara juga melakukan tradisi untuk menyambut bulan yang suci ini. Berikut dikutip dari adwonline, Rabu (16/5/2018), ini berbagai tradisi yang dilakukan oleh beberapa negara di dunia.

1. Timur Tengah :
Setiap malam ke-14 di bulan suci, anak-anak ikut merayakan semacam festival, menyanyikan lagu-lagu dan mengetuk pintu dengan meminta imbalan berupa permen. Tradisi ini disebut Garangao, ini merupakan pemandangan umum di komunitas di Bahrain, Kuwait, dan Oman.

Advertisement

Di Uni Emirate Arab dan Arab Saudi telah mempertahankan tradisi menembak meriam yang diselenggarakan di beberapa lokasi. Ini merupakan cara untuk menandai berbuka puasa tiap harinya.

Di Irak, pria secara tradisional memainkan permainan rakyat yang berarti 'baki' dalam bahasa Arab untuk iftar bersama teman dan keluarga. Mekanisme permainannya sederhana yakni, pemain harus menemukan dadu tersembunyi yang ditempatkan di bawah salah satu cangkir tembaga terbalik yang diletakkan di atas nampan untuk memenangkan putaran.

Advertisement

Di Turki, cara membangunkan masyarakatnya dengan membunyikan gendang yang menandakan waktu untuk sahur. Tetapi, kebiasaan ini mulai perlahan menghilang. Tetapi, di Turki masih menggunakan tradisi ini.

2. Afrika Utara :

Advertisement

Lentera adalah salah satu simbol Ramadan, legenda mengatakan bahwa Khalifah Moezz Eddin Allah tiba di Kairo pada tahun 969 dan disambut dengan sekumpulan lentera. Sejak itu, Mesir berpegang pada tradisi dan terus menghiasi jalanan dengan banyak lentera terang dan berwarna-warni untuk menandai bulan suci.

Sementara, Di Maroko, orang-orang yang bersuka ria memulai persiapan untuk Ramadan. Dua atau tiga minggu sebelumnya dengan mengecat dan membersihkan rumah dan peralatan dapur mereka. Juga biasa bagi teman dan keluarga untuk berkumpul untuk makan menjelang bulan suci sebagai antisipasi untuk perayaan buka puasa dan perayaan Idul Fitri dalam beberapa minggu mendatang.

Pasar malam adalah pemandangan umum di Aljazair sepanjang bulan suci. Orang-orang begadang sepanjang malam bersosialisasi dan menghadiri perayaan dan kegiatan keagamaan yang membentang sampai suhoor.

3. Asia :

Di Maladewa mengamati buka puasa dengan menyiapkan hidangan tradisional seperti kue ikan dan bola ikan. Makanan diakhiri dengan puisi Ramadan yang disampaikan oleh penyair tamu, menghibur tamu dengan kata-kata penuh makna spiritual.

Sedangkan, Muslim di Pakistan sering merayakan buka puasa dengan mengumpulkan sekelompok besar teman dan keluarga. Orang-orang Pakistan gemar menyiapkan hidangan besar yang termasuk makanan ringan camilan goreng seperti pakoras, chaat dan samosa. Untuk sahur, beberapa bakta membuka makanan mereka dengan mengonsumsi sedikit garam sebelum makan kurma dan makanan pokok lainnya.

Pertemuan besar di buka puasa juga umum di India di mana hidangan seperti kebab, biryani dan shorbas dapat disajikan. Ada juga pameran umum di malam hari untuk anak-anak dan orang dewasa untuk bersantai setelah menikmati berbuka puasa.

Dan, di Indonesia di daerah Yogyakarta, Papua, Bogor dan Tasikmalaya beristirahat dari berpuasa dengan bermain api. Mereka menggunakan batok kelapa yang dibasahi minyak tanah, para pemain dengan berani bergantian menendangnya untuk mencetak gol.