INDUSTRY.co.id - Jakarta-Tahun ini penjualan mobil nasional akan tumbuh sekitar 6 persen. Untuk pasar domestik, pertumbuhan yang cukup signifikan diperkirakan akan terjadi di luar Jawa, khususnya di wilayah timur Indonesia.

Pertumbuhan ini diprediksi seiring membaiknya infrastruktur di wilayah tersebut.

"Proyeksi tumbuhnya penjualan mobil tahun ini juga ditentukan oleh regulasi tepat yang berujung pada membaiknya daya beli masyarakat. Kontrol ketat pemerintah atas situasi fiskal, berbagai paket stimulus perokonomian, dan skema tax amnesty membantu membangkitkan kepercayaan pasar" terang Senior Vice President of Mobility, Frost & Sullivan, Vivek Vaidya kepaa INDUSTRY.co.id di Jakarta (25/1/2017).

Tahun ini penjualan mobil akan tumbuh sekitar 5 persen hingga mencapai 1,1 juta unit. Permintaan mobil penumpang akan mendorong pertumbuhan volume industri mobil.

Sebelumnya, sepanjang 2016 tercatat penjualan mobil sebanyak 1,06 juta, naik 4,5 persen dibandingkan 2015.

Dalam lima tahun terakhir, penjualan mobil cenderung tumbuh di wilayah timur Indonesia. Di Papua misalnya, tahun lalu ada 5.088 unit mobil terjual. Jumlah itu memang hanya 0,48 persen dari total penjualan mobil di Nusantara, namun pertumbuhannya mencapai 59,73 persen dibandingkan tahun 2015.

Pada tahun lalu penjualan mobil masih didominasi oleh penjualan mobil penumpang sebanyak 854 ribu unit. Sementara mobil komersial terjual sebanyak 206 ribu unit.