INDUSTRY.co.id - Jakarta- Kementerian Pariwisata tahun 2018 ini menetapkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia mencapai 17 juta orang. Sedangkan, tahun 2019 menargetkan 20 juta kunjungan wisatawan mancanegara.
Sebagai salah satu cara untuk mendorong wisatawan untuk berkunjung ke Indonesia, adapun sejumlah kegiatan promosi langsung seperti mengikuti festival, pameran, wisata pengenalan atau famtrip dan kerjasama dengan berbagai pihak.
Menurut Nia Niscaya, Deputi Pengembangan Pemasaran II Kementerian Pariwisata mengatakan, Indonesia mempunyai beberapa potensi pasar yang dapat mendatangkan wisatawan.
"Beberapa negara berikut yakni Tiongkok, India, Jepang, Amerika dan negara Eropa lainnya," katanya saat menggelar coffee morning bersama Forum Wartawan Pariwisata (Forwapar) di Hotel Rafflesia, Jakarta, Jumat (11/5/2018).
Ia mengatakan bahwa saat ini pasar India sudah mulai meningkat sehingga bisa menyalip wisman Jepang dan Korea Selatan.
"Tahun ini, India masih kita promosi gencar-gencarnya, terbukti bahwa kunjungan wisatawan India pada periode Januari hingga Februari 2018 mencapai 87 ribu. Melampaui jumlah wisman Jepang sebesar 74 ribu orang dan Korea Selatan 63 ribu orang," jelasnya.
Berdasarkan data, kunjungan wisatawan Tiongkok juga masih terbanyak ke Indonesia. Urutan selanjutnya yaitu Singapura, Malaysia, India dan Jepang. Melihat potensi pasar yang semakin besar, Kementerian Pariwisata terus melakukan kegiatan promosi untuk pasar Cina.
"Pasar Cina, lebih gencar dipromosikan diajak ke berbagai destinasi wisata Indonesia, dan tidak selalu Bali," ujar Nia.
Destinasi yang disiapkan untuk menjaring wisman dari pasar utama yaitu Great Jakarta, Great Bali, Great Kepri, Joglosemar, Bunaken - Wakatobi, Raja Ampat, Medan, Lombok, Makassae, Bandung dan Banyuwangi.
Sementara, untuk strategi tahun ini, lebih banyak melakukan penjualan langsung melalui sales mission dan keikutsertaan dalam pameran internasional. Sain itu, pemasaran secara digital juga dilakukan untuk memperkenalkan wisata Indonesia melalui media digital.
Adapun kegiatan misi penjualan dilakukan dengan menjual paket wisata langsung kepada masyarakat umum. Selain itu, Kementerian Pariwisata juga menggelar Hot Deals untuk meningkatkan kunjungan wistawan mancanegara, khususnya wisman pelintas batas yaitu dari Singapura dan Malaysia ke Batan, Bintan dan Tanjung Pinang, Provinsi Kepulauan Riau