Hadapi Penolakan Sawit, Pemerintah Perlu Buat Strategi Dagang

Oleh : Ahmad Fadli | Rabu, 09 Mei 2018 - 13:17 WIB

GAPKI dan APKASINDO Tandatangani MOU Pembinaan Kemitraan Permanen (Ist)
GAPKI dan APKASINDO Tandatangani MOU Pembinaan Kemitraan Permanen (Ist)

INDUSTRY.co.id, Jakarta - Pemerintah diminta untuk lebih kuat dalam membuat strategi dagang untuk komoditas minyak kelapa sawit (crude palm oil/CPO) serta produk-produk turunannya.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Joko Supriyono menyatakan pemerintah harus berani mengambil sikap tegas terhadap negara-negara yang telah melakukan kampanye hitam terhadap produk sawit Tanah Air.Hal itu dapat dilakukan melalui kesepakatan perjanjian dagang yang kini tengah coba dirampungkan oleh pihak Indonesia dan Eropa.

"Kita harus dorong kesepakatan melalui perjanjian dagang. Sekarang juga sedang berunding dengan Eropa terkait I-EU CEPA (Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement). Ini sudah mundur terus karena sawit. Tapi pemerintah juga tidak boleh lembek," ujar Joko di Jakarta

Sebenarnya, lanjut Joko sebagian besar para pengusaha di Benua Biru tidak memiliki permasalahan dengan produk sawit Indonesia. Hal itu dapat terlihat dari masih adanya permintaan ekspor setiap bulannya.

"Pasar itu kan meminta sawit yang berkelanjutan, tidak merusak hutan. Kita sudah penuhi itu. Pengusaha Eropa juga masih beli karena memang tidak ada apa-apa. Secara B2B kita baik-baik saja. Hanya pemerintahnya saja yang mencoba mengganggu," kata dia.

Masalah fundamental perdagangan sawit selama ini memang lebih kepada persaingan dan itu akan terus berlanjut sehingga pemerintah harus mampu mengamankan pasar global yang kini menjadi target penjualan sebesar 70% dari keseluruhan produksi CPO dalam negeri.

Kesempatan sama, Michael Bucki EU climate Change and Environment Counselor, menuturkan Eropa belum ada kebijakan resmi untuk melarang perdagangan sawit. “Kami tidak pernah mendiskreditkan sawit. Dan kami mengapresiasi kebijakan Indonesia terhadap sawit,” jelas Bucki.

Direktur Persatuan Negara-negara Penghasil Minyak Kelapa Sawit (Council Palm Oil Producing Countries/CPOPC)  Mahendra Siregar menyebutkan hambatan terbesar yang dihadapi sawit muncul karena komoditas tersebut sangat kompetitif. Di sektor hulu, produktivitas sawit terus bertumbuh setiao tahun dan semakin meninggalkan angka produksi minyak nabati dari komoditas lain.

Berdasarkan data Gapki, sepanjang tahun lalu, produksi CPO tercatat mencapai 38,17 juta ton dan palm kernel oil (PKO) sebesar 3,05 juta ton sehingga total keseluruhan produksi minyak sawit Indonesia adalah 41,98 juta ton. Angka itu lebih tinggi 18% dibandingkan 2016 yakni 35,57 juta ton yang terdiri dari CPO 32,52 juta ton dan PKO 3,05 juta ton.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Sekjen Kemenperin Achmad Sigit Dwiwahjono saat memberikan penghargaan industri hijau (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

Senin, 16 Desember 2019 - 13:02 WIB

Penerapan Industri Hijau Mampu Hemat Energi Sebesar Rp 3,49 Triliun

Berdasarkan data self asessment industri tahun 2018, dapat dihitung penghematan energi sebesar Rp 3,49 triliun dan penghematan air sebesar Rp 228,9 miliar.

(kiri) Direktur Bisnis Komersil BRIsyariah Kokok Alun Akbar

Senin, 16 Desember 2019 - 12:45 WIB

BRI Syariah Tingkatkan Potensi Bisnis Muhammadiyah

Jakarta--- BRIsyariah menandatangani nota kesepahaman bersama PP Muhammadiyah pada 16 Desember 2019. Penandatanganan tersebut dilakukan di Jakarta. Nota kesepahaman ditandatangani oleh Direktur…

Bluebird Group Gandeng HMD Global Hadirkan Pengalaman Mobile Bagi Pengemudi dan Konsumen

Senin, 16 Desember 2019 - 11:34 WIB

Bluebird Group Gandeng HMD Global Hadirkan Pengalaman Mobile Bagi Pengemudi dan Konsumen

Sebagai bagian dari kemitraan ini, Bluebird Group akan mendapatkan harga khusus untuk sejumlah tipe smartphone Nokia guna memastikan para pengemudi mendapatkan teknologi yang mereka perlukan…

Toni EB Subari, Direktur Utama Mandiri Syariah bersama Muhammadiyah

Senin, 16 Desember 2019 - 10:56 WIB

Mandiri Syariah Salurkan Pembiayaan Senilai Rp1,5 Triliun ke Muhammadiyah

Jakarta-PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) perkuat kerja sama dengan Muhammadiyah melalui penyediaan fasilitas pembiayaan senilai total Rp1,5 triliun.

Oppo F11 Pro

Senin, 16 Desember 2019 - 10:18 WIB

Gandeng OkeShop dan Global Teleshop, OPPO Buka 6 Gerai Dengan Konsep Baru di 3 Kota

Dipenghujung tahun 2019, OPPO kian agresif mendekatkan diri kepada konsumenya dengan menggandeng OkeShop dan Global Teleshop untuk menghadirkan toko konsep baru yang dibuka secara serentak pada12…