INDUSTRY.co.id, Jakarta - PT Industri Kereta Api Indonesia (INKA) berencana membangun pabrik kereta api terintegrasi di Banyuwangi pada Agustus 2018 ini. Dalam pembangunan pabrik tersebut, pihaknya memproyeksikan bisa menyerap 1.000 tenaga kerja. Kebutuhan tenaga kerja bisa dipenuhi dari sekolah vokasi yang ada di Banyuwangi.

Advertisement

Kami kerjasama dengan sekolah di Banyuwangi untuk menyiapkan tenaga terlatih. Saat ini sudah berjalan di beberapa SMK dan segera menyusul sekolah vokasi lainnya, kata Sodiq.

Bupati Abdullah Azwar Anas siap mendukung pembangunan pabrik INKA di Banyuwangi. Pabrik ini adalah bagian dari menggerakkan sektor ekonomi domestik strategis sesuai Nawacita Presiden Joko Widodo. Dan yang terpenting juga menyerap tenaga kerja, menggerakkan ekonomi lokal, papar Anas.

Advertisement

Anas mendorong PT. INKA untuk membangun pabrik berkonsep green industry dan mengusung konsep arsitektur lokal. Bisa menanam banyak pohon di lingkungan pabrik, pengelolaan produksi yang bagus, serta mengusung arsitektur lokal sehingga ikut merawat kearifan lokal masyarakat, kata Bupati Anas.

Selain itu, Anas ingin agar pabrik INKA ini bisa mendukung pariwisata Banyuwangi. Misalnya ada wisata teknologi tentang perkeretaapian.

Advertisement

Kami berharap, pembangunan pabrik ini juga memiliki multiplier effect ke dunia pariwisata Banyuwangi. Sehingga wisatawan yang datag ke Banyuwangi akan selalu mendapat atraksi baru dari Banyuwangi, jelas Anas

Sebagai informasi, untuk tahun ini PT.INKA tengah memproses pesanan dari beberapa negara di Asia. Salah satunya Bangladesh yang memesan 250 gerbong kereta dan Filipina yang memesan Kereta Rel Diesel (KRD) senilai Rp 127,3 miliar. Selain itu juga ada pesanan kereta dari Srilanka senilai Rp400 miliar.

Advertisement