INDUSTRY.co.id - Jakarta- Ketua Umum DPP Askarindo (Asosiasi Karoseri Indonesia), Sommy Lumadjeng mengatakan, industri karoseri nasional pada umumnya mampu membuat karoseri bus dan truk, baik terkait kualitas maupun desain yang menarik.
"Semetara dua, tiga tahun terakkhir industri karoseri di dalam negeri lesu, karena minimnya order pembuatan karoseri kendaraan bus, truk maupun niaga. Lesunya permintaan pembuatan karoseri ini dampak dari menurunnya aktivitas bisnis di sektor lain, seperti pertambangan batu bara maupun pekebunan kelapa sawit dan sektor usaha lainnya," paparnya kepada INDUSTRY.c.id, Rabu (26/1/2017)
Ungkapan Ketua Umum DPP Askarindo ini berkaitan akan diselenggarakannya pameran Indonesia Internasional Bus & Truck (IIBT) 2017 kembali akan digelar mulai 29 Maret hingga 1 April mendatang di JIExpo Kemayoran. Pameran ini juga menjadi berkumpulnya industri kendaraan komersial (Bus, Truck, dan Peralatan berat) .
Pada kesempatan itu Sommy berharap adanya dukungan pemerintah yang konkrit, agar industri karoseri Indonesia bisa menggeliat kembali. Diantara dukungan nyata tersebut, yaitu dalam setiap pengadaan barang berupa bus dan truk di lingkungan instansi pemerintah maupun BUMN atau BUMD lebih mengutamakan buatan industri karoseri nasional.
"JIka pemerintah memberikan order kepada industri karoseri di dalam negeri, tentu industri ini akan maju. Karena industri karoseri ini merupakan industri padat karya yang banyak melibatkan tenaga kerja, sehingga masyarakat pun memiliki penghasilan. Ini berarti termasuk dari upaya penghematan devisa," imbuhnya.
Menurut dia, apabila pemerintah mengutamakan bus dan truk impor dalam setiap pengadaan barang, berarti sama saja tidak berpihak kepada industri dalam negeri. Sementara yang menimpa devisa adalah warga negara dan industri pembuat bus dan truk di luar negeri.
"Askarindo siap mengerjakan atau membuat karoseri bus maupun truk sesuai spesifikasi, asalkan pemesanannya tidak mendadak, melainkan dengan perencanaan yang matang. Sementara ini tender pengadaan bus, truk maupun kendaraan lainnya di lingkungan instansi sering mendadak," ujar Sommy.
Sementara Sekretaris Jenderal DPP Askarindo, T.Y. Subagio menambahkan permintaan bus dalam proyek pengadaan barang pemerintah pada tahun 2016 lalu sangat sedikit, yaitu hanya 600 unit.
"Saya yakin pada tahun 2017 akan ada peningkatan permintaan bus di lingkungan pemerintah sebanyak 1000 unit," jelas Subagio