INDUSTRY.co.id, Jakarta- PT Pertamina (Persero) merugi Rp 1 triliun dalam dua bulan terakhir akibat terjadinya sejumlah kerusakan dan berhentinya kilang minyak. Kerusakan paling sering terjadi di kilang Balikpapan atau Riau yakni tiga kali dalam dua bulan.
Direktur Pengolahan Pertamina Toharso melanjutkan, bocornya pipa gas tersebut memaksa kilang balikpapan unit I yang dibangun sejak 1948 tersebut berhenti beroperasi selama satu minggu. Sedangkan kilang Balikpapan unit II hanya berhenti beroperasi satu hari. Saat ini seluruh kilang telah beroperasi kembali secara normal.
"Sudah normal, yang kilang satunya dibangun 1948 shut down satu minggu nyambung pipa. Yang besar 200an ribu barel hanya sehari (tidak beroperasi)," tutur Toharso.
Berikut daftar gangguan kilang milik Pertamina selama dua bulan:
2 Desember 2016
Kilang Balikpapan: Terjadi emergency shutdown karena power failure. Berdampak ke operasi Crude Destillation Unit (CDU) IV, CDU V, Hydrocracking Unit (HCU) B, HCU A, dan Platforming (PL). Seluruh operasi kembali normal pada 25 Desember.
4 Desember 2016
Kilang Balongan: Dilakukan penyetopan suplai bahan baku kilang (cut out feed) pada unit Residue Catalytic Cracking (RCC) --pengolah residu minyak. Unit start up kembali mulai 5 Desember.
7 Desember 2016
Kilang Dumai: unit HCU 211 dan HCU 212 mati karena gangguan pada Uninteruptible Power Supply (UPS). Unit beroperasi kembali pada 9 Desember.
11 Desember 2016
Kilang Balikpapan: Unit HCU B stop operasi karena ada masalah pada Recycle Gas Compressor. Unit start up mulai 12 Desember, dan beroperasi normal mulai 15 Desember.
17 Desember 2016
Kilang Dumai: Unit Destillate Hydrotreating (DHDT) setop operasi karena tube convection section furnace bocor. Unit beroperasi normal pada 22 Desember.
20 Desember 2016
Kilang Plaju: Unit FCCU beroperasi normal kembali, molor dari target semula 12 Desember. Unit CDU VI juga beroperasi normal, terlambat dari jadwal semula 28 November.
25 Desember 2016
Kilang Kasim: Unit CRU mati karena kegagalan operasi K-0-01B. Sedangkan Unit CDU dan NHT mati karena kendala supply fuel gas ke heater. Pengoperasian normal mulai 26 Desember.
15 Januari 2017
Kilang Balikpapan: Terjadi emergency shutdown karena power failure. Penyebabnya, line MP Steam bocor. CDU IV dan CDU V normal pada 16 Januari. Sedangkan Unit Platforming serta HCU A dan B normal kembali pada 19 dan 21 Januari 2017.
Sumber: Pertamina