Kemenag Riau Gencarkan Sosialisasi Produk Halal

Oleh : Anisa Triyuli | Selasa, 17 April 2018 - 12:33 WIB

Ridhuan's Muslim Delights, Kion Makanan Halal yang Menjual Masakan Cina (Foto:vulcanpost)
Ridhuan's Muslim Delights, Kion Makanan Halal yang Menjual Masakan Cina (Foto:vulcanpost)

INDUSTRY.co.id - Pekanbaru- Kanwil Kemenag Riau, terus menggencarkan sosialisasi tentang jaminan produk halal untuk memberikan perlindungan kepada umat Islam terhadap produk yang diharamkan dalam agama Islam setelah berdirinya Badan Penyelenggaraan Jaminan Produk Halal (BPJPH) Riau, 10 Oktober 2017.

"Aneka produk makanan yang masuk ke Riau, dan beredarnya video di medsos selama ini diduga banyak menggunakan bahan bahan yang tidak halal, sehingga produk halal perlu terus disosialisasikan," kata Kepala Kanwil Kemenag Riau, Ahmad Supardi Hasibuan di Pekanbaru, Senin (16/4/2018)

Menurut dia, dengan adanya labelilsasi halal itu, maka produsen dan konsumen akan memperoleh keuntungan secara ekonomi, makin terjamin makanan di wilayah Riau dari segi kehalalannya.

Selain itu, katanya, jaminan halal akan menarik perhatian pengunjung dari daerah maupun negara lain yang mayoritas Islam seperti dari Malaysia dan Timur Tengah untuk berkunjung ke Riau.

"Sebab mereka sudah bisa memastikan dan yakin bahwa makanan yang mereka konsumsi terjamin kehalalannya," katanya.

Selain itu, bagi non muslim pun akan menambah kepercayaan yang tinggi, karena menurut mereka halal itu identik dengan sehat, bersih dan suci, sekaligus menjadi daya tarik terhadap keberlangsungan pertumbuhan ekonomi di provinsi ini.

Kepadla Bidang Pengembangan Pariwisata Provinsi Riau Yul Akhyar mengatakan Provinsi Riau termasuk 10 dari Provinsi yang digalakkan sebagai wisata halal di Indonesia.

Ia mengatakan, dengan adanya peraturan baru terkait sertifkasi JPH ini, tentu akan mendongkrak kunjungan wisatawan dari daerah lain bahkan dari luar seperti dari Malaysia maupun timur Tengah.

"Sekarang tercatat 102 ribu wisatawan yang berkunjung ke Riau, 50 persennya dari Malaysia, apabila peraturan ini diaplikasikan di Riau baik di hotel dan restoran yang bersetifikat halal tentu akan mendongkrak arus kunjungan wisatawan ke Riau," kata Yul Alhyar seperti dilansir Antara.

Yuliarti dari LP POM MUI, mengatakan, untuk mendukung realisasi sertifikasi halal tersebut LP POM MUI sudah merangkul dan membuat kesepaktan beberapa instansi seperti Dinas Pariwisata, dan dinas koperasi dan dinas Perdagangan untuk mengembangkan kerjasama sertifikasi halal tersebut.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Pemprov Jabar kerjasama dengan Telkom University dan Cisco

Selasa, 02 Juni 2020 - 21:26 WIB

Pemprov jabar Gandeng Telkom University dan Cisco Wujudkan Kota Cerdas di Tengah Pandemi

Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Telkom University, dan Cisco setuju untuk berkolaborasi dalam inisiatif Kota Cerdas, yang salah satunya mendukung Ketahanan Pelayan Publik dalam menghadapi COVID-19…

Aktifitas bongkar muat pelabuhan

Selasa, 02 Juni 2020 - 20:19 WIB

PT Pelabuhan Indonesia II (IPC) Berhasil Cetak Pendapatan Rp3,5 triliun Periode Januari-April 2020

PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) / IPC membukukan pendapatan sebesar Rp. 3,5 triliun selama periode Januari-April 2020. Dengan capaian ini, IPC masih optimistis pendapatan usaha perseroan…

Rapat pleno Pengurus PWI Pusat

Selasa, 02 Juni 2020 - 20:13 WIB

PWI Pusat Dorong Dewan Pers Proses Secara Hukum Pembuat Sertifikat UKW Palsu

Perbuatan pemalsuan sertifikat UKW tersebut merupakan tindak pidana. Hal ini tidak boleh didiamkan.

Ketua Umum Asosiasi Aneka Keramik Indonesia (Asaki) Edy Suyanto (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

Selasa, 02 Juni 2020 - 18:30 WIB

Industri Keramik Kalang Kabut Harga Gas Tak Kunjung Turun, Asaki Beri Ultimatum PGN Hingga Menkeu

Asosiasi Aneka Keramik Indonesia (Asaki) mendesak PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGN) sebagai suplier utama gas untuk industri agar segera bisa menyesuaikan sesuai Keputusan Menteri (Kepmen)…

Petani sedang garap sawah menggunakan traktor

Selasa, 02 Juni 2020 - 18:28 WIB

BPS: Ekspor Pertanian Tumbuh 12,66 Persen

Di tengah melemahnya ekonomi nasional akibat wabah pandemi virus corona, ekspor pertanian tetap memperlihatkan kinerja yang baik. Tercatat, ekspor pertanian April 2020 sebesar US$ 0,28 miliar…