INDUSTRY.co.id

Jakarta-Inflasi sektor pertanian terbilang tinggi karena mencapai 3,5 persen pada kuartal 1-2018. Hal tersebut banyak faktor yang mempengaruhi inflasi ini.

Direktur Eksekutif Kepala Departemen Statistik Bank Indonesia (BI),  Yati Kurniati mengatakan meskipun inflasi sektor pertanian 3,5 persen, terbilang masih cukup terkendali.

"Inflasi pertanian banyak faktor bisa dari  cuaca, masalah distribusi. Namun memang 3,5 persen itu relatif terkendali," kata dia di Jakarta, Kamis (12/4/2018).

Dari sektor pertanian ini, kata dia penyumbang inflasi berasal dari  bahan cabai dan bawang merah. Cabai dan bawang ini, jika cuaca sedang penghujan cepat membusuk dan kelangkaan pasokan akibat cuaca penyebab keduanya rusak maka timbulah kenaikan harga yang mendorong inflasi.

"Bulan Januari-Februari volatile food sumber inflasi sekarang masih ada bawang merah, cabai merah terkait pasokan terkait cuaca," katanya.

Oleh karena itu, ia meminta petani dapat memperbaiki cara panen dan hasil panen. Dengan adanya perubahan tersebut, diharapkan sumber inflasi bisa tertekan.

"Sekarang ada daerah yang harus diperbaiki pertanian jangan tergantung cuaca. Perbaikan mekanismasi pertanian meskipun ada biaya. Tapi nanti ujungnya harga hasil pertanian akan bagus," katanya.