Industry.co.id-Jakarta-Laju pasar obligasi yang mencoba menguat memberikan harapan akan adanya potensi penguatan lanjutan. Namun demikian, pergerakannya masih cenderung terbatas seiring aksi tunggu pelaku pasar terhadap pidato Presiden Xi dalam Boao Forum yang diharapkan dapat memberikan testimoni positif terkait hubungan dagangnya dengan AS.
Analis Binaartha Institutional Research Reza Priyambada mengatakan, sentimen dari dalam negeri dapat lebih positif untuk menahan pelemahan laju pasar obligasi. Tetap mewaspadai jika terdapat sentimen yang dapat membuat laju pasar obligasi kembali melemah.
“Mulai adanya anggapan meredanya ketegangan perang dagang antara Tiongkok-AS dimana keduanya menunjukan akan adanya proses negosiasi memberikans sentimen positif pada pasar obligasi. Di sisi lain, berbalik positifnya laju Rupiah meski masih terbatas juga turut direspon positif pelaku pasar. Pelemahan pada pasar obligasi dalam negeri pun cenderung berkurang,” ujar dia di Jakarta, Selasa (10/4/2018).
Adapun untuk pergerakan masing-masing tenor ialah untuk tenor pendek (1-4 tahun) imbal hasilnya rata-rata turun -1,298 bps; tenor menengah (5-7 tahun) naik 1,59 bps; dan panjang (8-30 tahun) naik 0,69 bps.
Laju pasar obligasi cenderung bergerak naik tipis. Pada FR0063 yang memiliki waktu jatuh tempo ±10 tahun dengan harga 98,66% memiliki imbal hasil 5,933% atau turun 0,0006 bps dari sebelumnya di harga 98,65% memiliki imbal hasil 5,93%. Untuk FR0075 yang memiliki waktu jatuh tempo ±20 tahun dengan harga 102,73% memiliki imbal hasil 7,239% atau turun -0,0013 bps dari sehari sebelumnya di harga 102,72% memiliki imbal hasil 7,24%.
Pada Senin (9/4), rata-rata harga obligasi Pemerintah yang tercermin pada INDOBeX Government Clean Price turun -0,06 bps di level 118,27 dari sebelumnya di level 118,34. Sementara itu, rata-rata harga obligasi korporasi yang tercermin pada INDOBeX Corporate Clean Price turun -0,02 bps di level 109,50 dari sebelumnya di level 109,52. Sementara itu, pergerakan imbal hasil SUN 10Yr berada di level 6,63% dari sebelumnya di level 6,62% dan US Govn’t bond 10Yr di level 2,78% dari sebelumnya di level 2,82% sehingga spread di level kisaran 385,5 bps lebih rendah dari sebelumnya 379,8 bps.
Sementara pada laju imbal hasil obligasi korporasi, pergerakannya kembali cenderung turun tipis. Pada obligasi korporasi dengan rating AAA dimana imbal hasil untuk tenor 9-10 bergerak turun di kisaran level 8,20%-8,30%. Lalu, obligasi korporasi dengan rating AA untuk tenor 9-10 tahun, imbal hasilnya di kisaran level 8,98%-9,00%. Untuk imbal hasil pada rating A dengan tenor 9-10 tahun di kisaran 10,00%-10,05%, dan pada rating BB