INDUSTRY.co.id - Jakarta - PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) perusahaan smart mobility Indonesia mengumumkan peningkatan laba utama sebesar 16%, dan peningkatan laba bersih sebesar 6,6% menjadi Rp 384 miliar, hasil dari inisiatif cost leadership dan produktifitas yang lebih baik dari anak-anak usaha utamanya. 

Pada saat yang bersamaan, Perseroan mengalami penjualan produk 2W dan 4W yang lebih lambat dari yang diharapkan sehingga menghasilkan pendapatan yang lebih rendah. Pendapatan Perseroan mencapai Rp 16.1 triliun, turun 3.1% untuk tahun keuangan yang berakhir 31 Desember 2017.

Rudy Halim, Group Chief Executive Officer MPM menjelaskan 2017 adalah tahun yang dinamis dan menantang untuk MPMX. Terlepas dari tantangan yang dihadapi, khususnya di semester pertama tahun 2017, secara keseluruhan Perseroan menanggapi dengan tangguh dan tetap menghasilkan pertumbuhan yang positif. 

"Kami secara konsisten memastikan faktor-faktor utama dalam operasi yaitu cost leadership, peningkatan produktifitas, dan pertumbuhan positif arus kas operasional, diimplementasikan secara terus menerus dan berkelanjutan. Melihat ke depan, kami juga telah meluncurkan model bisnis baru yang kami harapkan dapat membuat transformasi dalam bisnis Perseroan secara keseluruhan dan secara bersamaan meningkatkan Perseroan ke tahap berikutnya dalam 2 - 3 tahun ke depan. Kami sangat bersemangat untuk menemukan ‘S-curve’ baru untuk
MPM.” kata Rudi.

Hal-hal penting lain bagi Perseroan di tahun 2017 termasuk beberapa tindakan korporasi yang diambil untuk mengembangkan nilai perusahaan di semua lini. Keberhasilan divestasi 20% saham MPMFinance pada bulan April, pembiayaan kembali Obligasi dengan Club Deal yang diatur melalui 8 bank pada bulan September, dan pembayaran dividen interim sebesar Rp 105/saham sebagai hasil persetujuan RUPS Luar Biasa pada bulan Oktober.