INDUSTRY.co.id - Jakarta-Harga tomat di Kabupaten Karo kini  mencapa Rpi 1500-1800  di petani dan Rp 3000-4000 perkilogram di pasar. Sentra tomat dan cabai  Kabupaten Karo berada di Kecamatan Dolat Rayat, Berastagi, Merdeka, Simpangempat, Merek, Barusjahe,  Kabanjahe, dan Tigapanah.

Licinius, petani champion di Kabupaten Karo,  yang beralamat di Desa Bukit Kecamatan Dolat Rayat memgatakan "ya umumnya  tomat itu tumpangsari dengan cabai keriting atau jeruk"

"Jadi  karena  tomat  tumpangsari dengan tanaman lain,  tidak terpengaruh harga, karena bisa mengandalkan hasil tani lainnya" ujarnya.

Ya saran saya sih untuk stabilisasi harga tomat  itu ya perlu, pertama pengaturan tanam antar wilayah, jangan latah tanam bareng bareng, kedua  pola tanam antar waktu agar disepakati, biasanya tanam puncak  pada  bulan Juli sampai September".

Licinius yakin "saya optimis tuh ketersediaan cabai dan tomat di Karo, menjelang puasa dan lebaran 2018 dalam kondisi aman, cukup dn stabil"

Kami siap untuk mengawal dan menerapkan pengaturan pola tanam tomat dan cabe serta minta dinas melatih cara pasca panen dan pengolahan tomat menjadi produk bernilai tinggi" pintanya

Menurut Sebayang Adison, Kepala Bidang Hortikultur Kabupaten Karo, "berdasar data tanaman, disini akan panen tomat April 450 hektare dan Mei 425 hektare".  "Sementara itu untuk cabai akan   dipanen  April 950 hektare dan Mei 1.115 hektar" jelasnya.

"Ya panen luas karena Karo kan  sentranya tomat dan sayuran yang menyuplai Sumatera Utara dan Batam bahkan luar negeri. ya untuk pasarnya sih  baik dan lancar" terangnya.

"Rata rata produktivitas tomat 30-35 ton perhekare setara  17 ribu pohon dengan varietas dokter benih, aura dan klous" ungkapnya

"Untuk tanaman cabai disini  tingginya bisa 1 - 1.5 meter  berumur bisa 1.5 sampai 2  tahun. Produktivitasnya 3-4 kg pepohon atau 40 ton perhektare dengan kerapatan 17 ribu pohon perhektare. Harga cabai disini lagi bagus" pungkasnya.