INDUSTRY.co.id

Advertisement

Jakarta, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) beserta Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) terus mendorong pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) nasional masuk ke marketplace.

Oleh kerena itu, sejak tahun 2017, Kemenperin dan Kemenkominfo  telah bekerja sama untuk memfasilitasi akses internet di sentra IKM seluruh Indonesia.

Advertisement

“Sampai saat ini sudah terpasang di empat titik sentra IKM, dan empat titik lainnya sedang menyusul,” ujar Dirjen IKM Kemenperin, Hati Wibawaningsih di Jakarta, Jum'at (6/4/2018).

Ia menambahkan, keempat sentra IKM yang sudah terpasang, yaitu di Lombok Timur (Nusa Tenggara Barat), Polewali Mandar (Sulawesi Barat), Bondowoso (Jawa Timur) dan Lampung.

Advertisement

Sedangkan, yang masih dalam proses pemasangan akses internet adalah di Kepulauan Sangihe (Sulawesi Utara), Kupang (Nusa Tenggara Timur), dan Seram Bagian Barat (Maluku). 

Gati menambahkan, saat ini pengembangan IKM juga menjadi salah satu langkah strategis mewujudkan ekonomi inklusif, yang sifatnya sama dengan e-commerce platform. Dengan demikian, IKM dapat bersaing secara global. 

Advertisement

“Untuk itu, industri nasional membutuhkan konektivitas serta interaksi melalui teknologi,” tegasnya

Menurutnya, pengembangan sektor IKM dalam negeri telah lama berperan penting dalam menopang perekonomian 
Indonesia. 

Kemenperin mencatat, jumlah unit usaha IKM di dalam negeri terus mengalami peningkatan setiap tahun. 

Misalnya, pada tahun 2013, sebanyak 3,43 juta IKM, naik menjadi 3,52 juta IKM pada 
tahun 2014. Kemudian, mampu mencapai 3,68 juta IKM di tahun 2015, dan bertambah lagi hingga 4,41 juta tahun 2016. Pada tahun 2017 jumlah IKM diperkirakan lebih dari 4,5 juta unit usaha.

"Oleh karena itu, konektivitas dan interaksi teknologi sangat dibutuhkan untuk industri nasional," tutup Gati.