INDUSTRY.co.id - Purwokerto-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebutkan kehadiran Bank Wakaf Mikro (BWM) sangat membantu lingkungan pesantren di pedesaan dalam rangka membangun perekonomian masyarakat setempat.
Ahmad Soekro Tratmono Kepala Departemen Perbankan Syariah mengatakan, BWM dikatakan dapat membantu masyarakat karena imbal hasil atau margi yang diberikan hanya 3 persen setahun.
"Margin enggak boleh besar-besar yang diberikan BWM ke masyarakat. Karena memang untuk membantu masyarakat," kata dia di Purwokerto, Kamis (5/4/2018).
Dia menjelaskan diadakannya BWM di pedesaan yang kali ini dilaksanakan sekitar masyarakat pesantren trinspirasi mengangkat kemakmuran. Dilihat dari ketimpangan, nyata sekali masih lebar jurang kaya dan miskin.
Upaya pembentukan BWM sebagai salah satu pemecah ketimpangan sosial tersebut. Menurut dia, Kemiskinan dan ketimpangan adalah permasalahan bangsa yang telah berlangsung menahun. Berdasarkan BPS (2017), saat ini jumlah penduduk miskin di Indonesia sebanyak 26,6 juta jiwa atau sekitar 10,12%.
Hal tersebut diikuti dengan ketimpangan yang masih tinggi, yaitu pada tingkat 0,3910 dimana ketimpangan terbesar berasal dari perkotaan yaitu sebesar 0,4040.
"Semua berjalan baik NPF nol setiap minggu datang para nasabah BWM bayar angsuran Rp20 ribu samapai 52 minggu. OJK terus dorong masyarakat berantas renternir untuk bangun masyarakat sejahtera, inklusi keuangan tercapai. Sehingga kemiskinan berkurangan," katanya.