Australia Bebaskan Produk Baja Indonesia Dari Tuduhan Dumping

Oleh : Hariyanto | Kamis, 05 April 2018 - 15:11 WIB

Ilustrasi Industri Baja
Ilustrasi Industri Baja

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Australia membebaskan produk baja khususnya steel rod in coils yang salah satunya berasal dari Indonesia dari tuduhan dumping, yang sempat dianggap menyebabkan adanya kerugian industri domestik Negeri Kanguru tersebut.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan mengatakan bahwa Otoritas Anti-dumping Australia (Austalia Anti-Dumping Commission) mengumumkan penghentian penyelidikan antidumping untuk produk baja khususnya steel rod in coils, yang salah satunya dari Indonesia.

"Hasil penyelidikan yang dilakukan Otoritas Antidumping Australia menunjukan bahwa kerugian industri domestik Australia bukan berasal dari impor yang dianggap dumping," kata Oke, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu (4/4/2018).

Pengumuman tersebut disampaikan Otoritas Antidumping Australia pada 26 Maret 2018 lalu. Keberhasilan tersebut tidak lepas dari sikap kooperatif tiga eksportir tertuduh Indonesia yaitu PT Ispat Indo, PT Gunung Raja Paksi (PT GRP), dan PT Master Steel (PT MS) dalam menyampaikan data dan informasi yang diminta Otoritas Anti Dumping Austrlia.

Oke mengapresiasi eksportir Indonesia yang berinisiatif bekerja sama dengan Otoritas Antidumping Australia dan mendukung langkah pemerintah Indonesia selama penyelidikan untuk mengamankan akses pasar ekspor baja di Australia.

Penyelidikan antidumping produk steel rod in coils telah dimulai pada 7 Juni 2017. Pemerintah Indonesia melalui Direktorat Pengamanan Perdagangan dalam pembelaan tertulis (submisi) menyampaikan impor produk steel rod in coils asal Indonesia tidak merugikan, tetapi justru menguntungkan industri domestik Australia.

Hal ini terlihat dari peningkatan penjualan domestik Australia selama 2013-2016. "Ironisnya, industri domestik yang menuduh, justru mengakui telah mengimpor produk dari salah satu eksportir Indonesia yang dituduh," kata Direktur Pengamanan Perdagangan, Pradnyawati.

Keputusan penghentian penyelidikan antidumping sebenarnya telah dikeluarkan Otoritas Antidumping Australia sejak Laporan Data Utama mereka tertanggal 27 Oktober 2017.

Meskipun Otoritas Antidumping Australia menunda penetapannya beberapa kali, namun justru direspons positif pasar Australia.

Hal ini terlihat dari nilai ekspor steel rod in coils Indonesia ke Australia periode Januari 2018 yang mencapai US$1,4 juta, dimana angka tersebut naik 139% dibandingkan periode yang sama tahun 2017 yang hanya sebesar US$620 ribu.

"Hal ini menunjukkan walaupun mengalami penundaan penetapan, tetapi ada optimisme buyer Australia bahwa produk Indonesia akan bebas antidumping," jelas Pradnyawati.

Berdasarkan data BPS, ekspor steel rod in coils masih memiliki peluang untuk meningkat. Nilai ekspor untuk segmen ini ke Australia selama tahun 2017 mencapai US$15 juta atau naik 15% dari periode 2016 sebesar US$13 juta. Namun, secara tren terjadi penurunan sebesar 13% selama kurun waktu 2013-2017.

"Kami berharap keputusan ini dapat mendongkrak dan mengembalikan nilai ekspor produk steel rod in coils Indonesia ke Australia yang sempat mencapai 26 juta pada tahun 2013," tutup Pradnyawati.(tar)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Waskita Realty Siapkan 25 Wastafel Portabel Cegah Virus Covid 19

Kamis, 02 April 2020 - 18:00 WIB

Waskita Realty Siapkan 25 Wastafel Portabel Cegah Virus Covid 19

PT Waskita Karya Realty (Waskita Realty), anak perusahaan dari PT Waskita Karya, (Persero) Tbk, yang tengah mengembangkan berbagai hunian yang tersebar di kota-kota besar di Indonesia, turut…

Lima Tips Kerja Efektif dan Produktif dari Rumah di Tengah Pandemi COVID-19

Kamis, 02 April 2020 - 17:30 WIB

LimaTips Kerja Efektif dan Produktif dari Rumah di Tengah Pandemi COVID-19

Belakangan ini istilah work from home (WFH) atau bekerja dari rumah menjadi kian populer sejalan dengan arahan dari pemerintah untuk melakukan physical distancing demi melandaikan kurva penyebaran…

William Henley

Kamis, 02 April 2020 - 17:00 WIB

Gejolak Harga Minyak

Pekan kedua Maret 2020 berlangsung dramatis. Di saat fokus dunia tertuju kepada Covid-19, tiba-tiba ada kabar mengejutkan lain dari sektor komoditas. Harga minyak dunia anjlok tajam di atas…

Capitaland Tunjuk Mr Kevin Goh Sebagai CEO Bisnis Penginapan

Kamis, 02 April 2020 - 16:30 WIB

Capitaland Tunjuk Mr Kevin Goh Sebagai CEO Bisnis Penginapan

Mr. Kevin Goh ditunjuk sebagai CEO Bisnis Penginapan CapitaLand mulai hari ini, 1 April 2020 untuk mengawasi bisnis penginapan Grup CapitaLand. Penginapan adalah salahsatu dari tiga pilar bisnis…

Enam Langkah TIKI Cegah Penularan Covid-19

Kamis, 02 April 2020 - 16:30 WIB

Enam Langkah TIKI Cegah Penularan Covid-19

TIKI, perusahaan jasa pengiriman terkemuka di Indonesia, akan terus beroperasi melayani kebutuhan pengiriman korporasi maupun perorangan mengingat perannya yang semakin krusial di tengah kebijakan…