INDUSTRY.co.id - Jakarta - Mengingat besarnya basis manufaktur ekspor di sebagian perekonomian Asia, peningkatan baru-baru ini dalam perdagangan global telah sangat menguntungkan kawasan ini pada tahun 2017.
Informasi yang diterima INDUSTRY.co.id, Rabu (4/4/2018) menyebutkan, melihat perusahaan-perusahaan yang terus mendorong produksi dan investasi untuk mengakomodasi meningkatnya permintaan eksternal, pertumbuhan impor terus naik selama 12 bulan terakhir, dan membuat kontribusi ekspor neto pada pertumbuhan terlihat tidak signifikan.
Sebaliknya, kontribusi terpenting dari ekspor untuk pertumbuhan adalah dampak tidak langsungnya permintaan domestik melalui efek spill-over pada investasi dan konsumsi.
Pada tingkat agregat, sebagian besar ekonomi terbuka di Asia telah mengalami peningkatan investasi sektor swasta, sebagai hasil dari peningkatan permintaan eksternal. Misalnya, Korea Selatan, Malaysia dan Thailand, semuanya mencatat akselerasi penting dalam pengeluaran investasi pada tahun 2017.
Di Malaysia serta di Indonesia, peningkatan dalam investasi didorong oleh pemulihan harga komoditas. Khususnya, di Indonesia, investasi langsung dalam negeri di sektor primer meningkat hampir sebesar 62% dalam nilai nominal di tiga kuartal pertama pada tahun 2017.
Melihat ke depan, sejumlah elemen fundamental akan tetap mendorong pertumbuhan investasi dan pertumbuhan sektor swasta di Asia. Pertama, pertumbuhan perdagangan dunia diperkirakan akan tetap kuat, meningkat sebesar 5,2% pada tahun 2018 dan turun dari 6,2% pada tahun 2017.
Kedua, sentimen bisnis saat ini tinggi dan perusahaan-perusahaan optimis tentang peluang yang diberikan oleh inisiatif China One Belt One Road dan Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTTP) yang diaktifkan kembali.
Terakhir, dengan prospek inflasi dan FX yang relatif diredam, suku bunga diperkirakan tidak akan meningkat secara signifikan selama 12 bulan ke depan.
Sian Fenner, ICAEW Economic Advisor & Oxford Economics Lead Asia Economist mengatakan, didukung oleh kenaikan siklus perdagangan dunia baru-baru ini, sebagian besar ekonomi Asia mencatat pertumbuhan yang lebih cepat dari perkiraan pada tahun 2017.
"Kami memperkirakan tren yang sama akan bertahan tahun ini, meskipun pertumbuhan diperkirakan akan meningkat perlahan. Secara keseluruhan, ekonomi ASEAN masih akan mengalami pertumbuhan PDB melebihi 2012-2016.” katanya.
Sementara, Mark Billington, ICAEW Regional Director, South-East Asia, mengatakan, dengan semua faktor yang dipertimbangkan, pandangan saat ini masih melukiskan gambaran yang relatif menjanjikan untuk wilayah ini pada tahun ini.
"Kami mempertahankan perkiraan pertumbuhan yang moderat untuk wilayah ini sebesar 5%, karena momentum dari 2017 akan meluas hingga tahun ini dan pertumbuhan akan didukung oleh dorongan yang sama, yang telah membuat kesuksesan tahun lalu.” ungkapnya.