Alfamart akan Tambah 150 Toko di Filipina

Oleh : Herry Barus | Selasa, 03 April 2018 - 06:27 WIB

CEO SCBI Rino Donosepoetro dan Presdir PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk, Hans Prawira (Foto Dok Industry.co.id)
CEO SCBI Rino Donosepoetro dan Presdir PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk, Hans Prawira (Foto Dok Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - Jakarta- PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart) berencana memperluas jaringan tokonya dengan menambah 150 gerai baru di Filipina dari saat ini yang baru mencapai 400 toko.

"Ekspansi di luar negeri saat ini di Filipina, kita sudah punya 400 toko, target tahun ini kurang lebih penambahannya 150 toko," kata Presiden Direktur PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk, Hans Prawira, usai penandatanganan kerja sama dengan Standard Chartered Bank di Jakarta, Senin (2/4/2018).

Hans menyebutkan 400 toko tersebut masih terpusat di Greater Manilla, namun dalam rencana pembukaan toko baru, perusahaan akan memperluas wilayah ekspansinya di luar Kota Manilla.

Ia menjelaskan pembukaan gerai baru ini karena kinerja penjualan toko yang cukup bagus serta respons positif dari konsumen di Filipina.

Hal tersebut dapat terlihat dengan pertumbuhan dua digit untuk "same store sales growth" (SSSG) pada toko-toko yang sudah ada di sana. Oleh sebab itu, perusahaan juga belum memutuskan untuk ekspansi di negara lain selain Filipina.

"Memang relatif masih kecil, tapi kita senang dengan progresnya yang cukup bagus, pertumbuhan sale store juga masih sangat menarik. Ini seperti kita bicara Alfamart 10 atau 12 tahun lalu, masih 'enjoy' dengan 'double digit sale store growth'," kata dia.

Sementara itu untuk di dalam negeri, Alfamart akan membuka 800 gerai baru pada tahun ini, sekitar 50 persen berada di luar Pulau Jawa.

Dari 800 gerai baru yang akan dibuka, terdiri dari 150 toko franchise, sedangkan 650 adalah toko reguler. Hans menyebutkan lokasi gerai baru yang akan dibuka disesuaikan dengan pusat distribusi, umumnya menyasar Sulawesi, Kalimantan dan Sumatra.

Saat ini Alfamart memiliki 13.477 jaringan toko di berbagai wilayah Indonesia dan melibatkan lebih dari 400 pemasok berbagai macam produk. Setidaknya ada empat juta konsumen yang bertransaksi di gerai jaringan mini market ini setiap harinya. (Ant)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Jalan Tol Trans Sumatera

Kamis, 09 Juli 2020 - 15:00 WIB

Hingga Juli 2020JTTS Telah Beroperasi 393 Km

Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah membangun jalan tol Trans Sumatra sepanjang 393 kilometer (km) dari total 2.887 km yang ditargetkan selesai tahun…

Vaksin Septivet ini digunakan untuk mengatasi penyakit ngorok (Doc: Kementan)

Kamis, 09 Juli 2020 - 14:46 WIB

Obat Penyakit Ngorok Hewan di Ekspor ke Timor Leste

Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Pusat Veteriner Farma (Pusvetma) yang merupakan UPT Bidang Kesehatan Hewan melakukan…

Yanmar kembali dukung AFF Suzuki Cup 2020

Kamis, 09 Juli 2020 - 14:34 WIB

Untuk Ketiga Kali Berturut-turut, Yanmar Kembali Dukung Perhelatan AFF Suzuki Cup 2020

Yanmar Co., Ltd. telah memperbarui masa sponsornya untuk AFF Suzuki Cup dalam turnamen edisi 2020.

CEO Indodax, Oscar Darmawan

Kamis, 09 Juli 2020 - 14:30 WIB

Viral di TikTok, Aset Kripto Dogecoin Naik 100 Persen Dalam Sehari

Tren kenaikan harga DOGE karena viral di Tiktok juga menjadi sorotan media di Amerika Serikat dan negara lainnya. Di Indonesia, Dogecoin (DOGE) diperdagangkan di INDODAX, Indonesia startup bitcoin…

Menteri BUMN Erick Thohir

Kamis, 09 Juli 2020 - 14:15 WIB

Erick Thohir Sebut Ekonomi Nasional Baru Akan Pulih 100% di 2022

Ekonomi nasional diperkirakan baru akan pulih 100 persen pada tahun 2022 mendatang. Pasalnya, sektor dunia usaha baru akan pulih pada kuartal I/2020. Namun, itu tergantung dengan jenis bisnisnya.