INDUSTRY.co.id - Jakarta - Indonesia dan Grenada sepakat untuk memajukan upaya untuk mengatasi dampak perubahan iklim, demikian keterangan pers Kementerian Luar Negeri RI yang diterima di Jakarta, Jumat (30/3/2018)

Advertisement

Kesepakatan tersebut dibuat Menteri Luar Negeri Retno Marsudi saat bertemu dengan Wakil Tetap Grenada di sela-sela Debat Terbuka Dewan Keamanan PBB mengenai misi perdamaian PBB di New York, Amerika Serikat.

Pada pertemuan itu, Menlu Retno menekankan bahwa sebagai dua negara kepulauan, Indonesia dan Grenada memiliki kepentingan serupa dalam upaya mengatasi dampak perubahan iklim dan manajemen risiko bencana.

Advertisement

Grenada memuji prakarsa Indonesia untuk menyelenggarakan "Archipelagic and Islands State Conference" di Bali pada Oktober mendatang dalam rangka memajukan kepentingan negara kepulauan.

Menlu Retno juga menyebutkan bahwa Grenada menghargai sumbangan penting Indonesia dalam menciptakan perdamaian dan keamanan negara kepulauan di tengah berbagai tantangan global masa kini.

Advertisement

Sebelumnya, Menlu Retno menyampaikan pandangan Indonesia dalam Debat Terbuka DK PBB bertema "Collective Action to Improve UN Peacekeeping Operations".

Menlu RI diberi kesempatan sebagai pembicara pertama setelah 15 negara anggota DK PBB berbicara.

Advertisement

Debat terbuka itu diselenggarakan di bawah presidensi Belanda di Dewan Keamanan PBB. Pertemuan dipimpin oleh Perdana Menteri Belanda Mark Rutte dan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres selaku pemapar. Sebanyak 13 pejabat setingkat menteri serta 69 negara anggota PBB ikut serta dalam debat terbuka itu.(Ant)