INDUSTRY.co.id - Jakarta - PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) menyatakan masih akan terus berinvestasi dan fokus mengembangkan layanan digital pada 2018 sama seperti beberapa tahun terakhir.

Advertisement

Direktur Keuangan BTPN Arief Harris Tandjung mengatakan, total investasi pengembangan layanan digital akan relatif sama dengan tahun lalu yaitu yang menghabiskan dana Rp832 miliar.

Menurut Arief, pihaknya akan terus memantau pertumbuhan nasabah, yang akan menentukan banyaknya investasi yang diperlukan. Apabila pertumbuhan nasabah semakin tinggi, maka investasi yang diperlukan juga akan meningkat.

Advertisement

"Kalau normal saja, prediksi saya 'relatively' sama seperi tahun lalu. Tidak akan ada pertumbuhan yang sangat tinggi," ujar Arief saat jumpa pers di Jakarta, Kamis (29/3/2018)

BTPN memang terus mengembangkan dua platform digitalnya, yaitu BTPN Wow! dan Jenius. Dua platform digital tersebut melayani dua segmen yang berbeda. Pertama, BTPN Wow! yang diperuntukkan bagi segmen below-consuming-class yang terdiri dari petani, nelayan, buruh, pekerja informal, dan para pedagang mikro. Platform kedua adalah Jenius yang ditujukan bagi segmen consuming-class.

Advertisement

Hingga akhir Desember 2017, BTPN Wow! telah memiliki 4,8 juta nasabah yang dilayani oleh lebih dari 200.000 agen, sementara jumlah nasabah Jenius yang terdaftar telah mencapai hampir 500 ribu.

Untuk Jenius sendiri, Arief menyebutkan pihaknya akan meluncurkan versi terbaru dari Jenius dan akan menambah fitur-fiturnya pada semester kedua tahun ini.

Advertisement

"Jenius satu dua bulan ini kita akan tingkatkan dengan versi yang terbaru sehingga experience dari sisi kecepatan dan layanan akan lebih baik," kata Arief.

Untuk mengembangkan layanan digital, sepanjang 2017, BTPN telah menginvestasikan Rp832 miliar, atau meningkat 36 persen dibandingkan nilai investasi pada 2016 sebesar Rp611 miliar.

Konsistensi BTPN dalam melayani masyarakat melalui dukungan teknologi digital memang membuat laba BTPN tahun lalu tergerus. Laba tercatat sebesar Rp1,2 triliun, turun 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya karena meningkatnya biaya untuk investasi pengembangan layanan digital dan restrukturisasi organisasi.

Kendati demikian, kinerja BTPN relatif masih menunjukkan hasil positif. Di saat menjalankan transformasi digital di tengah situasi ekonomi yang masih menantang, BTPN berhasil menjaga penyaluran kredit tetap tumbuh 3 persen (year-on-year/yoy) dari Rp63,2 triliun menjadi Rp65,3 triliun pada akhir Desember 2017, dimana kualitas kredit tetap terjaga dengan rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) 0,9 persen. Sementara itu, total pendanaan (funding) meningkat 4 persen (yoy) dari Rp73,3 triliun menjadi Rp76,5 triliun pada akhir Desember 2017.