INDUSTRY.co.id -Jakarta, Permasalahan gula di Indonesia masih menjadi polemik di antara petani, stakeholder dan pemerintah. Pasalnya, kebijakan yang telah dilakukan oleh pemerintah masih belum dirasakan oleh para petani tebu di Indonesia.

Advertisement

Selain itu, terus menurunnya produktivitas dan are alahan tebu di Indonesia membuat permasalahan gula semakin kompleks.

Ketua Dewan Pertimbangan Presiden RI Sri Adiningsih mengatakan, memang permasalahan gula di Indonesia sudah terjadi cukup lama. Dan menjadi tantangan terbesar buat pemerintah.

Advertisement

"Dalam RPJMN Tahun 2015-2019 program pemerintah ingin meningkatkan produksi gula agar meningkat mencapai 3,5 juta ton di tahun depan," ujar Sri di Jakarta, Kamis (29/3/2018).

Menurutnya, program kebijakan tersebut sudah mulai dilakukan, muali dari revitatakisasi permesinan, pembangunan pabrik gula baru, hingga perluasan pabrik PTPN.

Advertisement

"Program revitalisasi permesinan sudah kita mulai, dan mudah-mudahan perluasan pabrik PTPN segera selesai agar dapat menumbuhkan produktivutas gula di Indonesia," terangnya.

Selain itu, lanjutnya, pemerintah saat ini sedang menyusun Peraturan Presiden (Perpres) tentang pergulaan di Indonesia. Sri berharap dengan adanya Perpres pergulaan semoga bisa menjawan disparitas harga dan kualitas dari permasalahan gula serta terkait pabrik gula.

Advertisement

Lebih lanjut, Sri berharap dalam Perpres pergulaan nantinya juga dapat diarahkan kepada pabrik gula untuk tidak hanya menghasilkan gula, namun juga dapat memproduksi turunannya dan sekaligus bisa menjadikan harha gula lebih kompetitif.

"Perpres pergulaan diharapkan nantinya bisa menyelesaikan semua permasalahan yang sudah cukup lama dirasakan oleh industri dan petani gula di Indonesia," tutur Sri.