INDUSTRY.co.id -Jakarta-Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, tren industri otomotif ke depan secara global adalah menuju ke arah produksi kendaraan yang energy efficient danenvironmental friendly.

"Bagi Indonesia, sesuai komitmen pada COP21 untuk mengurangi emisi CO2 sebanyak 29 persen atas usaha sendiri dan 41 persen dengan bantuan Internasional di tahun 2030, kami telah menyiapkan langkah-langkah dalam rangka mengantisipasi hal-hal tersebut," ujar Airlangga di Jakarta, Rabu (28/3/2018).

Ia menambahkan, langkah strategis yang telah dilakukan, antara lain melalui program Low Cost Green Car (LCGC)pada tahun 2013, hingga pengembangan Low Carbon Emmission Vehicle (LCEV),termasuk di dalamnya adalah mendorong produksi kendaraan listrik.

"Pada tahun 2025, ditargetkan 20 persen yang diproduksi oleh industri otomotif di Indonesia adalah kendaraan-kendaraan yang ramah lingkungan," ujar Menperin.

Untuk itu, berbagai kebijakan dan insentif pengembangan sektor industri otomotif terus disempurnakan untuk mendorong pertumbuhan manufaktur serta investasinya.

"Selain itu, untuk mendorong ekspor, kami telah mengusulkan insentif untuk sedan, dengan penurunan PPnBM," kata Airlangga.

"Oleh karenanya, dibutuhkan kerja sama dan sinergi dari seluruh pemangku kepentingan agar kebijakan yang dikeluarkan tepat sasaran dan dapat berjalan dengan baik," tuturnya.