INDUSTRY.co.id -Jakarta, Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tengah gencar menumbuhkan wirausaha baru khususnya pada sektor industri kecil dan menengah.

Advertisement

Hal ini dilakukan dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi, stabilitas sosial dan pengembangan sektor swasta yang dinamis.

Salah satu upayanya adalah dengan melakukan kerja sama antara Direktorat Jenderal Industri Kecil dan Menengah (IKM) Kemenperin dengan Anggota Bhayangkari atau organisasi iatri anggota Kepolisian RI terkait program penumbuhan wirausaha baru di sektor IKM.

Advertisement

Wirausaha memegang peranan penting dalam menyokong pertumbuhan ekonomi nasional, mulai dari menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan nasional, menciptakan nilai tambah barang dan jasa, kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Gedung Bhayangkari Jakarta, Selasa (27/3/2018).

Selain itu, lanjut Menperin, wirausaha juga dapat mewujudkan perekonomian yang kokoh, mengurangi kesenjangan ekonomi dan sosial, terciptanya masyarakat adil dan makmur.

Advertisement

Berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019, Kementerian Perindustrian diberi target untuk menumbuhkan wirausaha baru sebanyak 20.000 wirausaha baru hingga akhir tahun 2019.

Untuk mencapai sasaran tersebut, lanjut Menperin, Kemenperin telah melaksanakan program pemberian fasilitas yang diberikan melalui pengembangan produk IKM, restrukturisasi mesin/peralatan, promosi dan pameran.

Advertisement

Selain itu, melakukan penguatan kelembagaan melalui pengembangan sentra IKM serta peningkatan kemampuan Unit Pelayanan Teknis (UPT).

Sementara itu, Direktur Jenderal lKM Kemenperin Gati Wibawaningsih mengatakan, kerja sama ini dilakukan bertujuan untuk memberdayakan anggota Bhayangkari sebagai pelaku wirausaha baru IKM, guna memajukan organisasi Bhayangkari serta memperkuat jejaring kerja sama dan produktivitas anggota Bhayangkari.

Berdasarkan data Kemenperin, pada tahun 2017, jumlah unit usaha lKM mencapai 4,59 juta unit dan telah menyerap tenaga kerja sebanyak 10,57 juta orang dengan kontribusi sebesar 20,26 persen terhadap nilai output industri non migas.

Dengan kontribusi tersebut, IKM memiliki peran cukup signifikan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, stabilitas sosial, dan pengembangan sektor swasta yang dinamis," tambah Gati.

Dalam kerja sama dengan Bhayangkari, Kemenperin akan memberikan bimbingan teknis, sosialisasi dan pendampingan bagi para wirausaha baru.

Kemudian, pemerintah juga akan memfasilitasi para wirausaha baru dalam hal pengembangan produk seperti pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual, Sertifikasi Produk, serta fasilitas desain dan kemasan produk.