INDUSTRY.co.id -Jakarta, Kementerian Perindustrian terus bertekad mengoptimalkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) Alat Mekanis Multifungsi Pedesaan (AMMDes).

Salah satu upaya yang telah dilakukan Kemenperin adalah melalui konsolidasi dengan para pelaku industri nasional.

Upaya ini telah berhasil membangun komitmen kerja sama sebanyak 60 pelaku industri dalam negeri yang siap menjadi pemasok komponen AMMDes, dimana 22 di antaranya merupakan IKM.

"Saat ini, industri kita telah mampu memproduksi hingga 183 jenis komponen atau setara 68 persen dari nilai total pengembangan AMMDes. Ke depannya, kemampuan ini akan terus didorong agar TKDN-nya semakin meningkat," ujar Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Harjanto di Kantor Kemenperin, Jakarta, Selasa (27/3/2018).

Oleh karenanya, guna mendukung percepatan pengembangan AMMDes, dibutuhkan langkah sinergi dan dukungan kebijakan antar instansi pemerintah.

"Dari sisi kebijakan industri, saat ini Kemenperin sedang menyiapkan regulasi berupa rancangan Peraturan Presiden, rancangan Peraturan Menteri Perindustrian dan standar terkait pengembangan AMMDes," jelas Harjanto.

Di samping itu, dukungan teknis dibutuhkan dari Kementerian Perhubungan terkait laik jalan, dukungan Kepolisian terkait registrasi kendaraan, dan dukungan dari BSN terkait standardisasi.

Lebih lanjut, dari sisi fasilitas, dibutuhkan dukungan dari Kementerian Keuangan terkait insentif dan fasilitas perpajakan, serta dukungan Kementerian Dalam Negeri terkait pajak kendaraan bermotor dan bea balik nama di daerah.

"Dengan fungsinya yang multiguna, AMMDes sangat cocok dijadikan sebagai sarana pendukung untuk mewujudkan program pengembangan pedesaan dan pertanian oleh Kemendes, Kementerian KUKM, Kemendikbud, Kementerian LHK, Kementerian Pertanian, dan KKP," sebutnya.

Kemenperin berharap agar sinergi dan kerjasama antar pemangku kepentingan tersebut dapat terwujud dan menghasilkan kebijakan dan regulasi yang mendukung pengembangan AMMDes.

"Dengan adanya regulasi dan kebijakan yang mendukung diharapkan program ini akan berhasil memacu kegiatan ekonomi pedesaan dan penguasaan teknologi otomotif oleh anak bangsa," tutur Harjanto.