Ojo Dumeh Membangun Masa Depan

Oleh : Jaya Suprana | Jumat, 23 Maret 2018 - 11:20 WIB

Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto (Foto Dok Industry.co.id)
Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto (Foto Dok Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - AKUN Facebook Partai Gerindra mengunggah petilan video  Prabowo Subianto yang menyebut adanya prediksi bahwa Indonesia bisa bubar pada tahun 2030. Prabowo Subianto sudah beberapa kali bicara soal "Indonesia bubar 2030", semisal, ketika menghadiri peresmian dan bedah buku "Nasionalisme Sosialisme dan Pragmatisme Pemikiran Ekonomi Politik Soemitro Djojohadikusumo" pada 18 September 2017 di Auditorium Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Depok.

Prediksi

Video sambutan Prabowo di acara tersebut diunggah di akun YouTube Gerindra TV. Prabowo memberi sambutan sekaligus memaparkan presentasi selama 39 menit. Pada awal sambutannya, Prabowo bicara tentang peran kampus untuk mengajarkan kebenaran.  

Sebelum memulai presentasi, Prabowo menunjukkan 3 buku yang dia bawa sebagai oleh-oleh untuk FEB UI. Buku pertama berjudul "Destined for War: Can America and China Escape Thucydides’s Trap?", sedangkan buku kedua berjudul "War by Other Means: Geoeconomics and Statecraft".  Dia lalu mengeluarkan buku ketiga, yaitu novel yang berjudul "Ghost Fleet".

Prabowo lalu mengungkap isi novel tersebut meramal soal Indonesia pada 2030. "Ghost Fleet" berkisah perang antara China dan Amerika tahun 2030 sambil menyebutkan bahwa pada masa itu Indonesia sudah tidak ada lagi.

Demokrasi 

Unggahan petilan video "Indonesia Bubar"pada masa menjelang Pilkada 2018 dan Pilpres 2019 bak siraman bensin ke kobaran api yang sedang membara di panggung politik Indonesia. Dari kawasan seberang politik Gerindra langsung tampil hujan badai kritik terhadap prediksi Prabowo Subianto bahwa Indonesia bisa bubar pada tahun 2030.

Mulai dari Probowo terlalu pesimis, Prabowo tidak tahu apa yang dia bicarakan, Prabowo mencemooh kinerja kepemerintahan Jokowi, Prabowo tidak etis sampai Prabowo pengkhianat bangsa! Pada alam demokrasi, kritik adalah wajar akibat demokrasi memang memberikan kebebasan berpendapat bagi setiap warga. Maka sementara Prabowo menyebut Indonesia Bubar akibat bisa bubar di masa depan, Jokowi menyebut Indonesia Emas akibat bisa makin gilang-gemilang di masa depan.

Harapan

Saya pribadi tentu mengharapkan masa depan bangsa, negara dan rakyat yang saya cintai adalah bukan Indonesia Bubar tetapi Indonesia Emas. Namun terus terang saya tidak berani terkebur memastikan apa yang akan terjadi pada masa depan . Di atas harapan saya sebagai seorang insan manusia biasa yang jelas sama sekali tidak sempurna ini masih ada Kehendak Tuhan Yang Maha Esa. Jelas bahwa harapan saya sama sekali tidak berarti apa pun dibandingkan dengan Kehendak Tuhan Yang Maha Kasih. Sama halnya dengan semula saya juga sama sekali tidak menduga apalagi mengharap bahwa sebuah negara supra adhi kuasa terdigdaya di planet bumi bernama Uni Sowyet bisa bubar. Namun atas Kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa, pada tahun 1991  Uni Sowyet mendadak sontak bubar alias musnah alias hilang lenyap dari permukaan planet bumi!

Ojo Dumeh

Saya pribadi menganggap kekuatiran Prabowo tentang Indonesia Bubar sebagai peringatan bagi diri saya untuk senantiasa bersikap OJO DUMEH yaitu jangan terkebur, jangan sombong, jangan arogan, jangan pongah, jangan lupa daratan, jangan mentang-mentang, jangan lalai, jangan lengah, jangan nggampangake dalam ikut berupaya membangun negara, bangsa dan rakyat Indonesia.

Bagi saya pribadi yang bukan anggota parpol Gerindra, sebenarnya Ketua Umum Gerindra sekedar berupaya mengajak kita semua untuk senantiasa OJO DUMEH demi sadar kenyataan pertarungan antar bangsa di panggung geopolitik dunia masa kini memang sarat beban kemelut deru dampur debu berlumur keringat, air mata dan darah , di mana kebetulan secara geopolitik, Indonesia justru berada tengah pusat pusaran kemelut pertarungan umat manusia dalam sengit memperebutkan enerji dan pangan. Maka bangsa, negara dan rakyat Indonesia hukumnya wajib untuk niscaya bersikap OJO DUMEH demi membela serta mempertahankan kedaulatan Tanah Air Udara Nusantara dari serangan angkara murka imperialisme ekonomi dan militer yang  dahsyat menggonjang-ganjing persada marcapada. MERDEKA !

Jaya Suprana;  adalah warga Indonesia cinta Indonesia

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto

Minggu, 16 Juni 2019 - 10:00 WIB

Menperin: Perang Dagang Untungkan Indonesia

Indonesia dinilai memiliki peluang di tengah bergulirnya perang dagang antara Amerika Serikat dan China. Sebab, Indonesia masih memiliki fundamental ekonomi yang kuat dalam menghadapi situasi…

Pembangunan drainase jalan nasional

Minggu, 16 Juni 2019 - 07:50 WIB

Kementerian PUPR Siapkan Program Pembangunan Drainase Jalan Secara Nasional

Keberadaan drainase jalan yang terhubung dengan sistem drainase kawasan atau lingkungan sangat penting untuk menghindari terjadinya genangan dan memperpanjang usia layanan jalan.

Bank Mandiri Syariah (Foto Ist)

Minggu, 16 Juni 2019 - 06:36 WIB

Libur Lebaran 2019 Transaksi Electronic Channel Mandiri Syariah Naik 60%

Jakarta -- Selama libur lebaran Mei 2019 transaksi electronic channel PT Bank Syariah Mandiri (Mandiri Syariah) naik 60% (year on year) dari Mei 2018.

Kunjungan Wisman ke Bali (Foto ist)

Sabtu, 15 Juni 2019 - 18:00 WIB

Kunjungan Wisman ke Bali Turun 7,83 Persen

BPS Provinsi Bali mencatat jumlah kunjungan wisatawan asing ke beberapa destinasi pariwisata di Bali mengalami penurunan hingga 7,83 persen untuk bulan April 2019 jika dibandingkan dengan bulan…

BAZNAS Buka Dapur Umum di Daerah Terisolir Banjir Konawe

Sabtu, 15 Juni 2019 - 17:04 WIB

BAZNAS Buka Dapur Umum di Daerah Terisolir Banjir Konawe

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) mendirikan layanan Dapur Umum untuk melayani pengungsi banjir bandang di Kabupaten Konawe dan Konawe Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra). Dapur umum…