INDUSTRY.co.id, Jakarta -Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika atau BMKG Dwikorita Karnawati mendorong upaya mitigasi yang bertujuan untuk menciptakan masyarakat terampil dan terlatih untuk menolong dirinya sendiri ketika terjadi bencana alam seperti gempa bumi.
Menurutnya, dalam setahun belakanganan Indonesia diguncang gempa lebih dari 6.000 kali. Hal tersebut disampaikannya dalam sosialisasi ‘Tanggap Bencana: Kerja dan Antisipasi di Gedung serba guna Kementerian Komunikasi dan Informatika, Senin 5 Maret 2018.
“Mitigasi bencana sangat penting untuk meningkatkan self assistance guna menghadapi bencana,” ungkap Dwikorita.Ia menyebut, pentingnya dilakukan mitigasi bencana ini dibuktikan ketika Kobe, Jepang terjadi bencana gempa bumi dahsyat pada 1995 lalu. Jumlah penduduk yang selamat dalam peristiwa tersebut mencapai 95 persen.
Hal ini terjadi karena mitigasi yang dilakukan oleh Jepang telah berstandar internasional. Jadi masyarakat telah terlatih tanggap bencana jika terjadi gempa. Mitigasi bencana seperti inilah yang harus didorong di Indonesia.
Meski begitu, Dwikorita mengatakan bahwa tak semua gempa bumi dapat dirasakan oleh masyarakat.
“Biasanya gempa tersebut berkekuatan di bawah 5 skala richter (SR) yang artinya gempa kecil.
Dwikorita memaparkan bahwa kejadian gempa bumi di atas 5 SR dalam satu tahun terjadi sebanyak 350 kejadian. Sedangkan kekuatan yang di atas 5 SR dalam setahun kemungkinan terjadi sebanyak lima kali.
“Itu sebabnya mitigasi bencana perlu ditingkatkan, agar jika bencana gempa bumi datang masyarakat telah siap karena telah mendapat pelatihan mitigasi bencana. Kami juga berharap pemerintah daerah turut mengedukasi masyarakat untuk cepat dan tanggap jika menghadapi bencana,” tuturnya