INDUSTRY.co.id - JAKARTA,-- Salah satu film yang belakangan ini di promosikan secara gila-gilaan dengan mengerahkan semua sarana publikasi yang ada, adalah Film Biang Kerok yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo  dengan memasang pemain utama Reza Rahadian. Semua sarana publikasi digunakan oleh Falcon Pictures untuk mempromosikan film yang konon ingin mengangkat kembali film Benyamin Biang Kerok yang sukses di tahun 70 an.

Advertisement

Sejumlah penonton yang ditemui oleh Industry.co.id  semalam di Plaza Senayan XXI, ternyata mengaku kecewa atas film tersebut. “Filmnya jelek mas. Tadinya berharap ini bakal jadi film yang bisa menghibur ternyata sama sekali tidak,” ujar seorang produser yang kebetulan menonton bersama istrinya.

Penonton lain yang tergolong berusia remaja, juga menyatakan hal yang sama. “Kok rasanya Reza kali ini mainnya jelek. Barangkali memang gak cocok kali gantiin peran Benyamin S,” ujar Choki yang menonton bersama dengan teman-temannya.

Advertisement

Dari gambaran tersebut di atas, agaknya meragukan jika film ini bakal mendulang sukses seperti halnya film warkop reborn  Jangkrik Bos yang juga diproduksi oleh Falcon Pictures yang mencapai angka kurang lebih  6, 2 juta penonton.

Reza rahadian yang dipercaya oleh Hanung sebagai soso biang kerok memang sejak awal sudah mengatakan bahwa jangan bandingkan dirinya dengan sosok aktor besar Benyamin S. Namun dengan menggunakan judul film yang sama dengan pembuatan adegan adegan yang diharpkan memancing tawa penonton seperti halnya film Benyamin S Biang Kerok, maka mau tak mau memang harus dibandingkan.  

Advertisement

Terlihat jelas ada unsur “pemaksaan” memasang Reza sebagai tokoh Benyamin. Aktingnya yang memukau sebagai BJ habibie dalam film “Habibie” ternyata tidak terulang di film ini. Sangat disayangkan memag jika aktor sekaliber Reza harus dipaksakan demi mengejar target penonton. Karena konon kabarnya, Reza Rahadian, merupakan sosok aktor yang bisa mendatangkan penonton ke bioskop.

Reza Rahadian  sendiri pernah punya nazar atau janji kalau filmnya bisa tembus 2 juta penonton dalam 10 hari penayangan dia akan memakai baju ondel-ondel sambil arak-arakkan keliling Bundaran Hotel Indonesia.

Advertisement

Tapi menurut seorang pengamat perfilman, apa yang dikatakan Reza adalah juga bentuk promosi. “Tetap yang penting adalah filmnya. Dan bagaimana cerita dari mulut ke mulut melalui media sosial tentang film tersebut. Sukses tidaknya ditentukan oleh penonton,” katanya. (AMZ)