INDUSTRY.co.id - Jakarta- Maskapai penerbangan nasional, Garuda Indonesia mebukukan pendapatan operasinya selama tahun 2017 sebesar US$ 4,2 miliar, jumlah tersebut meningkat 8,1 persen dibandingkan dengan tahun lalu.
Menurut Direktur Utama Garuda Indonesia, Pahala N, Mansury mengatakan, "Pertumbuhan pendapatan operasional tersebut salah satunya ditopang oleh pertumbuhan pendapatan operasional pada lini layanan penerbangan tidak berjadwal yang meningkat sebesar 56.9 persen atau menjadi sebesar US$ 301.5 juta," katanya melalui siaran pers yang diterima Industry.co.id, Senin (26/2/2018).
Ia juga mengatakan, sepanjang tahun 2017, Garuda Indonesia juga berhasil menekan catatan kerugian dari Kuartal 1 tahun 2017 dari rugi sebesar US$ 99.1 juta berkurang menjadi rugi sebesar US$ 38.9 pada Kuartal 2 di tahun 2017.
Kemudian perusahaan berhasil membukukan laba bersih sebesar US$ 61.9 juta pada Kuartal 3 tahun 2017 dimana angka tersebut naik 216.1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara, sepanjang semester 2 tahun 2017, Garuda Indonesia berhasil membukukan laba bersih hingga US$ 70.4 juta yang merupakan hasil akumulasi laba bersih di kuartal 3 tahun 2017 sebesar US$ 61.9 juta dan laba bersih di kuartal 4 tahun 2017 sebesar US$ 8.5 juta.
"Capaian positif tersebut tentunya juga sejalan dengan upaya perusahaan dalam menekan catatan kerugian (net loss) hingga menjadi rugi US$ 67.6 juta pada kinerja full year 2017 atau berkurang cukup signifikan dari tekanan kerugian di semester 1 tahun 2017," pungkasnya.