INDUSTRY.co.id -Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan ungkapkan tak ada alasan bagi Pertamina (Persero) buat menjalankan kebijakan pemerintah dalam mendistribusikan Bahan Bakar Minyak (BBM) satu harga.
"Pertamina enggak rugi. Enggak. Mungkin cost-nya yang di-cover Rp 800 miliar setahun," ujar Jonan, belum lama ini.
Dalam hitungannya, Pertamina hanya harus merugi alias nombok sekitar Rp800 miliar dalam setahun. Tentunya ini demi mendistribusikan penjualan BBM ke daerah-daerah pelosok yang ada di seluruh Indonesia.
Namun angka sebesar Rp 800 miliar tersebut baru hanya 2 persen dari laba sebelum pajak yang diraup oleh Pertamina. "Ini kalau size Pertamina tidak signifikan. Ini 2 persen dari laba sebelum pajak," jelasnya.
BBM Satu Harga merupakan komitmen besar dari Presiden Jokowi. Tak lain tujuannya adalah demi tercapainya keadilan serta kesejahteraan di Tanah Air.
Beleid-nya pun sudah ditandatangani oleh Jonan dalam bentuk Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 36 Tahun 2016 untuk pelaksanaan Program BBM Satu Harga.
Adapun jenis BBM-nya hanya meliputi Solar 48 (Gas Oil) dan bensin (Gasoline) minimum RON 88. Diharapkan harga BBM di seluruh Indonesia sudah dipukul rata mulai 1 Januari 2017.
"Ini BBM satu harga. Ini komitmen besar Bapak Presiden untuk memberlakuan satu harga BBM di seluruh Indonesia. Nah, itu penggunanya besar, sampai end user harus satu harga. 1 Januari ini harus jalan," tukasnya.