INDUSTRY.co.id - Gresik - Sebanyak 560 gas elpiji ukuran 3 kilo didistribusikan ke Badan Usaha Milik Desa (BumDes) Gresik. Dari 560 gas elpiji tersebut, diangkut dua truk sedangkan satu truk memuat gas elpiji bright gas yang berisi 5,5 kilo.
"Kami berharap dengan distribusi ini berdampak pada lancarnya distribusi ke masyarakat pedesaan," ujar Wakil Bupati (Wabup) Gresik, M.Qosim, Senin (12/2/2018).
Tahap awal ada 309 gas elpiji ukuran 3 kilo dikirim ke 43 BumDes yang sudah ditunjuk sebagai penyalur elpiji di desa-desa se-Kabupaten Gresik, dan sesuai petunjuk pihak PT Pertamina.
Sales Executive lpg PT Pertamina, Bagus Sulistio Hadi menuturkan, tahap awal diutamakan bagi BumDes yang selama ini tidak ada penyalur elpiji di desanya.
"Selain menyalurkan elpiji 3 kilo, Bumdes juga diwajibkan untuk mensosialisasikan elpiji non subsidi (bright gas) 5,5 kilo seharga Rp 65 ribu," tuturnya.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat (DPM) Gresik, Tursilowanto Hariogi menyatakan kedepan semua Bumdes berkesempatan untuk menjadi penyalur elpiji untuk masyarakat desanya.
"Terkait penyaluran ini BumDes juga diarahkan untuk memasarkan produk PT Wilmar Nabati dan PT Unilever untuk masyarakat desa. Kami menjajaki kemungkinan untuk menjadi penyalur pupuk PT Petrokimia Gresik," katanya.
Dengan bermainnya BumDes pada distribusi barang, maka akan memotong rantai distribusi dan masyarakat akan mendapatkan barang yang murah. "Tentu saja BumDes sebagai agen perekonomian desa sesuai Permendes nomor 4 tahun 2015 dan Perda Kabupaten Gresik nomer 3 tahun 2017 segera terwujud," tandasnya.