PHRI Nilai Jogja Heboh Belum Signifikan Naikkan Okupansi

Oleh : Chodijah Febriyani | Senin, 12 Februari 2018 - 10:00 WIB

Desa Wisata Kembangarum, di Desa Donokerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, Yogyakarta (Foto: yogyakarta.panduanwisata.id)
Desa Wisata Kembangarum, di Desa Donokerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, Yogyakarta (Foto: yogyakarta.panduanwisata.id)

INDUSTRY.co.id - Yogyakarta- Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia DIY mengatakan paket wisata murah "Jogja Heboh" yang diluncurkan sejak 27 Januari 2018 hingga saat ini belum signifikan menaikkan okupansi hotel di kota itu.

"Belum banyak peminatnya. Kami perkirakan baru mampu meningkatkan 5 persen tingkat hunian kamar hotel," kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY Istijab M Danunagoro di Yogyakarta, Senin (12/2/2018)

Menurut dia, sejak awal Januari 2017 hingga saat ini rata-rata okupansi atau tingkat hunian kamar hotel, baik berbintang atau nonbintang (melati) di DIY masih berkisar 30-50 persen.

Karena paket itu hanya diberlakukan selama Februari, menurut dia, PHRI DIY terus menggencarkan dan mempromosikan selebaran paket itu melalui pusat-pusat informasi pariwisata dan sejumlah maskapi penerbangan.

"Kami belum bisa memastikan angkanya karena biasanya pemesanan melalui masing-masing hotel dan agen travel kami yakin pemesanan masih bisa meningkat," kata dia.

Istijab menilai terobosan paket-paket murah seperti "Jogja Heboh" penting dilakukan mengingat masing-masing hotel harus saling bersaing mengingat jumlah kamar hotel di DIY yang dinilainya sudah 'over supply'.

Sebanyak 40 hotel berbintang yang berpartisipasi dalam program "Jogja Heboh" menawarkan diskon tarif menginap hingga 60 persen.

Demikian juga dengan biro perjalanan yang tergabung dalam ASITA Daerah Istimewa Yogyakarta akan memberikan paket perjalanan murah serta menawarkan destinasi-destinasi wisata baru dan menarik di Yogyakarta.

Sedangkan maskapai penerbangan nasional yang dilibatkan dalam program wisata murah Jogja Heboh antara lain Garuda Indonesia, Citilink, Lion Air, Sriwijaya Air, Nam Air, serta Batik Air. (Ant)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Chatuchak Weekend Market (Foto Dok Industry.co.id)

Jumat, 19 April 2019 - 21:00 WIB

Penting Dicatat Para Shopaholic! Enam Destinasi Belanja di Seluruh Dunia

Ada banyak cara untuk mengangkat suasana hati seseorang, namun terapi ritel tidak diragukan lagi merupakan pilihan populer di antara banyak orang Indonesia, terutama ketika mereka bepergian.

Menristekdikti Mohamad Nasir (Foto Dok Humas)

Jumat, 19 April 2019 - 19:00 WIB

Menristekdikti: Revolusi Industri 4.0 Perlu Peningkatan Pendidikan Vokasi

Di era Revolusi Industri 4.0 ini, mutu dan relevansi pendidikan tinggi vokasi terhadap industri perlu ditingkatkan, agar Indonesia dapat memenuhi kebutuhan tenaga profesional dalam industri…

Rumah Gadang Minang Sumatera Barat (Foto Ist)

Jumat, 19 April 2019 - 17:00 WIB

Industri Pariwisata, Andalan PAD Kabupaten Agam Sumbar

Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat menargetkan pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp140 juta dari tiga objek wisata milik pemerintah setempat selama 2019.

CK Fong Presiden Direktur Treasure Bay Bintan (Foto Dok Industry.co.id)

Jumat, 19 April 2019 - 15:00 WIB

Setahun, Treasure Bay Bintan Dikunjungi 180 Ribu Wisatawan

Objek wisata Treasure Bay yang ada di kawasan wisata Lagoi, Bintan masih menjadi objek wisata unggulan di Pulau Bintan bahkan di Kepri. Pada 2018 saja, resort yang dibangun dilahan seluas 338…

Kota Baru Meikarta Cikarang (Ist)

Jumat, 19 April 2019 - 14:00 WIB

Solusi Hunian Baru, Meikarta Pasarkan Unit Baru Seharga Rp280 Juta

Meikarta, hunian yang berlokasi di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat kembali memasarkan unit barunya dengan harga mulai Rp280 juta sebagai solusi bagi masyarakat yang ingin mencari hunian…