INDUSTRY.co.id, Jakarta -Konsep jualan makanan dan minuman dengan Food Truck menjadi solusi bisnis yang lebih efesien. Bicara soal modal usaha Food Truck memang tidak sedikit tapi jika kita bandingkan dengan membuka tempat usaha makanan seperti restoran, bisnis ini modalnya lebih sedikit.
Apa saja yang dibutuhkan untuk bisnis food truck? Mobil box atau mini van, Meja dan kursi, koroseri (dekorasi mobil), peralatan makanan/ minuman, peralatan dapur lain dan genset. Anda pasti langsung beranggapan kebutuhan-kebutuhan itu akan menguras sluruh kantong Anda? Sebenarnya, bisnis modal bisnis ini bisa disesuaikan dengan kantong kok. Salah satu yang bisa Anda lakukan untuk menekan pembiayaan adalah dengan memilih ekndaraan yang berukuran lebih kecil seperti mobil pickup atau mobil secondhand.
Untuk harga kedua mobil tersebut kemungkinan Anda akan mendapatkan kisan harga Rp 50-100 juta. Lalu bagimana dengan biaya modifikasi mobil? Bicara tentang biaya modifikasi mobil, seperti yang kami kutip dari otomania.com kisaran biayanya mulai dari Rp 50 juta sampai 200 juta.
Tergantung permintaan dan komponen baru yang diminta oleh pemilik. Semakin susah desain yang diminta dan komponen yang ditambahkan di dalam mobil tersebut semakin banyak maka biayanya pun akan tambah mahal. Jadi bila Anda ingin menyesuaikan budget, sesuaikan permintaan dan kebutuhan usaha Anda. Jadi bila ditotal dari kedua kebutuhan di atas, modal yang dibutuhkan sedikitnya sekitar Rp 100 juta sampai 300 juta. Modal ini juga masih bisa ditekan bila Anda.
Sementara itu, Pemilik waralaba Es Teler 77, Andrew Nugroho mengaku, bisnis waralaba ini diperkirakan dapat terjual sebanyak 500 porsi per hari dengan investasi di food truck sebesar Rp 1 miliar, sehingga bisnis ini ditaksir meraup omset sebesar Rp20 juta per hari.
"Kita dari awal sudah memiliki pengalaman kepraktisannya, kita bisa muncul dilokasi di tengah-tengah jalan-jalan keramaian, dapat langsung pesan, di makan praktis, bahkan kita bisa hadir dimana ada pameran," kata Andrew.
Namun demikian, lanjut Andrew, dalam kegiatan ini pihaknya akan menargetkan sebanyak lima penjualan Food Truck di tahun ini. Disamping memperluas sayap penjualan Food Truck di kota-kota lainnya, seperti di Medan, Palembang, Bandung hingga di kota-kota Indonesia Bagian Timur.
"Kita akan minta dukungan managemen, dalam mencari tempat-tempat dibeberapa wilayah di Indonesia, sehingga produk ini dapat dipersiapkan," tutur Andrew.