INDUSTRY.co.id - Jakarta- PT GMF AeroAsia Tbk. (GMF) kembali menandatangani sejumlah perjanjian kerja sama saat penyelenggaraan Singapore Airshow dalam rangka memperbesar jaringan kerja sama internasional dalam bidang perawatan pesawat.
Direktur Utama GMF Iwan Joeniarto dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Jumamengatakan bahwa pihaknya terus memberikan pelayanan terbaik dan kemudahan bagi maskapai yang menjadi pelanggannya.
"Pada era persaingan MRO (perawatan pesawat) Global, memberikan efisiensi tanpa mengurangi aspek kualitas dan keamanan menjadi nilai tambah bagi kami untuk dapat menjaring pelanggan-pelanggan baru di luar afiliasi," ucap Iwan.
Dalam perhelatan aviasi terbesar di Asia Tenggara itu, GMF membukukan kerja sama dengan berbagai maskapai mancanegara seperti Cebu Air Pacific, maskapai berbiaya murah (LCC) asal Filipina yang menandatangani kerja sama dua perawatan pesawat berbadan besarnya dengan tipe Airbus A330 di GMF.
Selain itu, penandatanganan juga dilakukan dengan Jeju Air, maskapai asal Korea Selatan, dan perusahaan penyewaan pesawat Dubai, Aerovista FZE.
Tak hanya pasar asing, operator dalam negeri juga ikut melakukan penandatanganan kerja sama perawatan pesawat, seperti dengan Transnusa Aviation.
Sebelumnya, GMF membantu pengembangan bidang ilmu perawatan pesawat terbang dengan menandatangani kesepakatan kerja sama dengan beberapa instansi pendidikan di Tanah Air.
Direktur Utama GMF Iwan Joeniarto dalam rilis yang diterima di Jakarta, Kamis (8/2), menyatakan, perjanjian tersebut ditandatangani oleh Ketua Sekolah Tinggi Teknologi Adisucipto, T. Ken Darmastono, Direktur Politeknik Negeri Medan, M. Syahrudin, Rektor Universitas Suryadarma, Polter Gultom, Direktur Politeknik Negeri Malang, Awan Setiawan, Direktur Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Politeknik Negeri Sriwijaya, Drs. Zakaria, M.Pd dan Pembantu Direktur Bidang Kemahasiswaan & Kerjasama Politeknik Negeri Batam, Muslim Ansori.
Iwan mengatakan GMF akan membantu pembentukan silabusnya sehingga dapat disetujui oleh Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) Kementerian Perhubungan. "Diharapkan setelah lulus, siswanya siap pakai, memiliki basic license dan bisa langsung bekerja," katanya.
Ia menambahkan nantinya lulusan-lulusan instansi pendidikan ini diproyeksikan untuk dapat membantu proyek-proyek ekspansi GMF.
GMF juga telah menandatangani kerja sama perawatan militer sipil dengan TNI AU yang dilakukan oleh Kepala Staff Angkatan Udara Yuyu Sutisna bersama dengan Direktur Utama GMF, Iwan Joeniarto.
Melalui kerja sama ini perawatan pesawat jenis Boeing 737 ini akan diserahkan oleh TNI AU kepada GMF selama lima tahun. Yuyu mengatakan bahwa kerja sama ini memungkinkan untuk bisa diperpanjang.
Iwan Joeniarto juga mengatakan bahwa pihaknya akan membantu TNI AU dalam mengembangkan kapabilitas perawatan pesawat. "Kami akan mengirimkan personil GMF untuk melakukan transfer knowledge agar dapat membantu TNI mandiri dalam merawat pesawatnya. Ini sebuah terobosan baru bagi GMF dan TNI AU," paparnya.