INDUSTRY.co.id - Padang, Ada yang menarik dari puncak perayaan Hari Pers Nasional (HPN) yang digelar di Danau Cimpago, Pantai Padang, Sumbar, pada Jumat (9/2). Di depan ribuan tamu undangan yang hadir, Presiden Jokowi tiba-tiba meminta salah satu hadirin untuk maju keatas pentas.
"Saya minta satu saja wartawan maju ke depan. Tunjuk jari dulu yang pengen kedepan. Yang pengen maju banyak sekali, bingung saya," ujar Jokowi.
"Loh ini wartawan senior ini, saya pengen yang yunior yg datang senior, gakpapa silahkan. Silahkan dikenalkan dulu pak," sambung Jokowi memulai percakapan dengan Wartawan yang terpilih maju kepanggung.
Wartawan : Nama, saya Muhammad Yusri Nur Raja Agam.
Jokowi: Muhammad Yusri Nur Raja Agam, waduh ada rajanya juga ini.
Yusri : Wartawan di surabaya baru 40 tahun.
Jokowi : Berarti anak buahnya pakde karwo
Yusri : Baik bapak saudara wartawan, apa yang mau ditanyakan?
Jokowi : Saya gak berani loh seperti itu kepada wartawan seperti itu, apa yang mau ditanyakan, keliatan yakin sekali, ini jadi presiden bagus sekali.
Jokowi : Gini bapak kan punya menteri 34, menteri mana yang menurut bapak anggap paling penting?
Yusri : Sebenarnya semua penting, tapi yang paling penting,
Jokowi : Ini politis banget (disambut tawa)
Yusri : Menteri yang bisa presidennya nyaman.
Jokowi : Berarti menteri yang dianggap paling penting yg mana? To the poin aja pak? Bapak jangan muter2 aja gitu, bapak tadi muter-muter, saya belum bisa nulis, belum nangkep.
Yusri : Baik, menteri yang mengurusi wartawan.
Jokowi : Berarti yang anggap penting menteri?
Yusri : Yang mengurusi wartawan
Jokowi : Menteri apa itu?
Yusri : Kalau sekarang namanya Kominfo,
Jokowi : Bapak anggap paling penting, kenapa?
Yusri : Supaya informasi disampaikan mulai dari kota sampai ke desa, semua menerima informasi dan komunikasi. Termasuk informasi politik
Jokowi : Begini, blak-blakan saja, saya sering sekali kadang sebal, kadang jenggkel, pertanyaan diawal itu enak-enak, sampai ke tengah ditanya yang sulit-sulit, nah sekarang saya tanya ke pak presiden, media apa yang paling menyebalkan, yang bapak sering jengkel. Jawab blak-blakkan pak Presiden,
Yusri : Media abal-abal
Jokowi: Tidak ada dilikungan istana media abal-abal, medianya resmi semuanya, tapi banyak yang menyebalkan, sampaikan apa adanya. Yang mana pak? Entah TV, online, media cetak, yang mana? Bapak kan setiap hari diwawancarai di depan istana, bapak kan apal, wartawannya siapa-siapa, yang nanya itu terus-terus siapa.
Yusri : Yang paling menyebalkan itu Rakyat Merdeka. (disambut tawa seluruh hadirin)
Jokowi : Pak presiden ini blak-blakan seperti perasaan saya. Sama persis. Kenapa bapak presiden, kenapa Rakyat Merdeka
Yusri : Ya kalau rakyatnya merdeka kan pemimpinnya yang susah.
Jokowi : Pemimpinnya susah maksudnya gimana?
Yusri : Kalau merdeka, semuanya dianggap merdeka, kan padahal kemerdekaan itu ada aturannya.
Jokowi : Ya terimakasih pak Yusri, sekarang ganti lagi, Presidennya saya. Saya berikan sepeda satu.
"Saya senang sekali pak yusri tadi blak-blakkan banget, langsung to the point sebut Rakyat Merdeka, " pungkas Jokowi mengakhiri percakapannya dengan Wartawan dari Surabaya