Kenaikan Harga Minyak Kedelai Jadi Sentimen Positif bagi Harga CPO Malaysia

Oleh : Abraham Sihombing | Kamis, 08 Februari 2018 - 13:29 WIB

Kebun Kelapa Sawit (Ist)
Kebun Kelapa Sawit (Ist)

INDUSTRY.co.id - Jakarta – Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) berpotensi terus meningkat pada perdagangan Kamis (08/02/2018). Itu ditopang oleh kenaikan harga minyak kedelai dan pelemahan kurs Ringgit Malaysia (RM).

“Kendati demikian, kenaikan harga CPO tersebut diperkirakan bakal terbatas karena permintaan CPO hingga kini masih belum terlihat meningkat,” ujar Faisyal, Research Staff & Market Analyst PT Monex Investindo Futures, di Jakarta, Kamis (08/02/2018).

Faisyal mengemukakan, harga kontrak CPO untuk pengiriman April 2018 di Malaysia Derivatives Exchange naik 0,6% menjadi RM2.485 per ton. Harga CPO kemarin sempat naik 1,6% ke posisi RM2.510 per ton. Itu adalah harga tertinggi sejak 30 Januari 2018 karena mengikuti pergerakan kenaikan harga minyak nabati lainnya, termasuk minyak kedelai.

Faisyal menuturkan, harga minyak kedelai untuk pengiriman Maret 2018 di Chicago Board of Trade (CBOT) ditutup naik 0,2% pada Rabu lalu. Itu ditopang oleh aksi beli dan optimisme bahwa parlemen AS mungkin akan segera memperbaharui kredit pajak biodiesel menjadi US$1 per galon.

“Disamping itu, kenaikan harga minyak kedelai tersebut juga ditopang oleh cuaca kering yang menghambat hasil panen di Argentina dan hujan lebat yang memperlambat panen di Brasil,” tukas Faisyal.

Adapun harga minyak kedelai untuk pengiriman Mei 2018 di Dalian Commodity Exchange juga ditutup naik 0,5%.

Pada pukul 11.30 WIB, kurs Ringgit Malaysia melemah 0,4% ke posisi 3.9260 per dolar AS. Kurs Ringgit yang melemah akan membuat harga minyak sawit menjadi lebih murah untuk pemilik mata uang laiinya.

Menurut hasil survei Reuters, volume ekspor CPO Malaysia diperkirakan turun 8% pada Januari 2018 menjadi 1.31 juta ton. Sedangkan cadangan pada akhir Januari 2018 diperkirakan naik 0,6% menjadi 2.75 juta ton.

Faisyal memprediksi harga CPO akan menguat dalam jangka pendek dan dapat menyentuh level harga RM2.520 per ton. Tren kenaikan harga CPO dapat terlihat jika harga komoditas tersebut dapat menembus RM2.500 per ton.

“Demikian pula sebaliknya. Jika harga CPO mencapai RM2.460 per ton, maka itu menunjukkan adanya tren penurunan harga. Tren penurunan tersebut akan berlanjut hingga mencapai level harga terendah RM2.430 per ton,” pungkas Faisyal. (Abraham Sihombing)

 

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ilustraai United Airlines (ist)

Minggu, 12 Juli 2020 - 00:05 WIB

Prospek Industri Penerbangan Suram, United Airlines Bakal PHK 36 Ribu Karyawan

Maskapai United Airlines asal Amerika Serikat dikabarkan akan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap separuh total pekerjanya atau sebesar 36. 000 karyawan dikarenakan penurunan penumpang…

Ilustrasi Klaster Pangan (Photo by iNews)

Sabtu, 11 Juli 2020 - 22:10 WIB

Lewat Corporate Farming, Klaster Pangan BUMN Bersinergi Genjot Produktivitas Pertanian

Dalam rangka peningkatan produktivitas pertanian, PT Sang Hyang Seri (Persero) (SHS), PT Pertani (Persero), dan Klaster Pangan BUMN menjalin kerjasama pengembangan pertanian di lahan HGU SHS…

Dirjen IKMA Kemenperin Gati

Sabtu, 11 Juli 2020 - 22:00 WIB

Kemenperin Fasilitasi Perlindungan KI untuk Pelaku Industri Kecil dan Menengah

Kementerian Perindustrian terus fokus pada pengembangan industri kecil dan menengah (IKM), termasuk memfasilitasi para pelaku IKM dalam hal perlindungan kekayaan intelektual (KI). Dirjen IKMA…

CIMB Niaga Syariah

Sabtu, 11 Juli 2020 - 21:15 WIB

CIMB Niaga Syariah Serahkan Bantuan Ambulans untuk Warga Bandung Barat

Unit Usaha Syariah (UUS) PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga Syariah) menyerahkan bantuan satu unit mobil ambulans bagi warga Desa Puncaksari, Sindangkerta.

Kunjungan Menteri Edhy Prabowo ke PT Japfa Comfeed Indonesia

Sabtu, 11 Juli 2020 - 20:15 WIB

Genjot Budidaya Ikan, Menteri Edhy Prabowo Kunjungi PT Japfa Comfeed Indonesia

Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Edhy Prabowo, mengunjungi PT Iroha Sidat Indonesia (ISI) yang merupakan bagian dari PT Suri Tani Pemuka, anak usaha PT Japfa Comfeed Indonesia…