Harga Minyak Kelapa Sawit Melemah, HIP BBN Turun Tipis

Oleh : Hariyanto | Kamis, 08 Februari 2018 - 08:43 WIB

kelapa sawit (ilustrasi)
kelapa sawit (ilustrasi)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Memasuki bulan Februari 2018, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kembali menurunkan Harga Indeks Pasar (HIP) Bahan Bakar Nabati (BBN), yang meliputi biodiesel dan bioetanol. 

Tarif biodiesel ditetapkan sebesar Rp 7.962 per liter atau turun tipis Rp 38 dari bulan Januari 2018 lalu, yaitu Rp 8.000/liter. Harga tersebut masih belum termasuk dengan perhitungan ongkos angkut, yang berpedoman pada Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) No.2026 K/12/MEM/2017. 

Menurut informasi yang diterima INDUSTRY.co.id, Kamis (8/2/2018), penurunan ini terjadi akibat menurunnya harga minyak kelapa sawit pada perhitungan sesuai dengan ketentuan Surat Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Nomor 590/12/DJE/2018. 

Penurunan HIP biodiesel ini ditopang oleh harga rata-rata minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO) sepanjang 25 Desember 2017 hingga 24 November 2018 sebesar Rp 7.810 per kilo gram (kg). Harga ini lebih rendah pada periode sebelumnya, yaitu Rp 7.841 per kg. 

Penurunan terjadi pula pada HIP bioetanol. Harga pasar bioetanol diplot sebesar Rp 10.059 per liter oleh Pemerintah setelah selama tiga bulan terakhir sempat naik dari Rp 10.077 (November), Rp 10.088 (Desember), dan Rp 10.090 (Januari). 

Faktor penurunan ini ditentukan oleh rata-rata tetes tebu Kharisma Pemasaran Bersama (KPB) selama 25 Juli 2017 - 24 Januari 2018 tercatat sebesar Rp 1.625 per kg ditambah besaran dolar Amerika Serikat, yaitu US$ 0,25 per liter dikali 4,125 kg per liter. 

Untuk diketahui, HIP BBN ditetapkan setiap bulan dan dilakukan evaluasi paling sedikit 6 bulan selali oleh Direktur Jenderal EBTKE. 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ilustrasi Industri 4.0

Sabtu, 14 Desember 2019 - 17:05 WIB

Pacu Implementasi Industri 4.0, RI Bakal Diguyur Dana Senilai USD 50 Juta oleh Dewan Riset Korsel

Indonesia dan Korea Selatan semakin menguatkan kerja sama di sektor manufaktur, terutama dalam kesiapan implementasi industri 4.0.

Lars Wittig, VP Sales ASEAN, S.Korea, IWG

Sabtu, 14 Desember 2019 - 17:00 WIB

Menghadapi Ketergantunan Teknologi di Ruang Kerja

Seperti yang kita ketahui, kantor-kantor dulunya dipenuhi oleh lautan dokumen, slip biaya perjalanan, mesin faks, ponsel berukuran batu bata hingga mesin tik. Namun, evolusi teknologi modern…

Didi Kempot Sebagai Brand Ambassador Shopee

Sabtu, 14 Desember 2019 - 16:00 WIB

Shopee Catatkan Pencapaian Rp1,3 Triliun GMV dalam 24 Jam

Shopee, platform e-commerce terdepan di Asia Tenggara dan Taiwan, mencatatkan rekor terbaru di Indonesia dengan raihan 1,3 Triliun Rupiah GMV dalam 24 jam pada puncak kampanye Shopee 12.12 Birthday…

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin RI, Harjanto pada acara The 2nd Indonesia Japan Automotive Dialogue di Bali.

Sabtu, 14 Desember 2019 - 16:00 WIB

RI-Jepang Perkuat Kerja Sama Pengembangan Kendaraan Listrik

Indonesia dan Jepang terus menjalin kerja sama dalam upaya pengembangan industri otomotif, termasuk mendorong percepatan produksi kendaraan yang ramah lingkungan. Langkah strategis ini diwujudkan…

League Luncurkan 8 Koleksi Eksklusif Apparel Cycling

Sabtu, 14 Desember 2019 - 15:38 WIB

Dukung Timnas Balap Sepeda ke Sea Games 2019, League Luncurkan 8 Koleksi Eksklusif Apparel Cycling

Memiliki detail khas nasionalisme, apparel special edition yang didesain atas inspirasi semangat bersepeda dari ICF (Indonesian Cycling Federation) atau yang juga dikenal dengan ISSI (Ikatan…