INDUSTRY.co.id, Jakarta -Kementerian Komunikasi dan Informatika menyepakati kerjasama dengan Australia dalam bidang ekonomi digital melalui Indonesia Australia Digital Forum (IADF) 2018. Dalam pertemuan tersebut Kominfo berharap akan tercipta lima startup Unicorn baru.

“Kami yakin di 2019 akan ada lebih dari startup. Unicorn merupakan sebutan untuk perusahaan digital dengan valuasi lebih dari US$ 1miliar,” kata Menkominfo Rudiantara, Kamis (1/2/2018).

Usai forum ini, Rudiantara berencana membawa sekitar 40 startup yang sudah diinkubasi untuk bertemu investor Australia di Bali. Setelah pertemuan ini rasanya cukup serius, karenannya akan diagendakan kembali bertemu dengan venture investor di Bali.

Menurutnya, investor Australia biasanya menyukai startup di bidang kesehatan. Di Indonesia, terdapat beberapa startup di sektor tersebut, seperti HaloDoc, Alodokter, Dokter.id, KlikDokter, Tanyadok, DokterSehat, dan lainnya.

"Lihat saja, anggaran kesehatan kan 5% dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara," kata dia. "Kami lihat (start-up sektor kesehatan) ini potensi."

Selain kesehatan, Rudiantara juga melihat peluang yang cukup besar bagi startup di sektor pendidikan. Dengan anggaran yang mencapai Rp 400 triliun lebih untuk pendidikan, menurut dia sektor ini juga potensial untuk investasi. Kemudian, gaya hidup masyarakat yang berubah ke leisure seperti jalan-jalan dan belanja online, juga menjadi peluang bagi start-up yang terkait.

Pembicaraan soal ekonomi digital antara Indonesia dan Australia ini muncul setelah pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull, Maret 2017 lalu. Melalui forum Indonesia-Australia Digital ini, lebih dari 500 warga kedua negara di bidang startup, financial technology (fintech), kesehatan digital dan smart government, serta keamanan siber dan industri kreatif berkumpul.